Malang Post

Mahasiswa UB Kecam UKT

Share
MALANG- Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) mengritik kebijakan uang kuliah tunggal (UKT) yang ditetapkan di kampusnya. Kemarin sejumlah mahasiswa FISIP UB melakukan aksi penggalangan tandatangan sebagai bentuk penolakan UKT yang dianggap akan memberatkan mahasiswa baru (maba).
Aksi penggalangan tandatangan dilaksanakan di Lantai 1 FISIP UB. Tak hanya sekedar membubuhkan tandatangan saja, ada pula mahasiswa yang dengan peda mengkritik kebijakan UB dalam hal penarikan dana mahasiswa.
..UKT sama dengan uang kuliah tewur, hentikan kapitalisasi di UB dan UB sama dengan Universitas Bego.. Demikian tulisan sejumlah mahasiswa diatas kain putih yang dibentang di dalam gedung fakultas. Menurut Humas Aksi, Mohammad Fathurrahman, sistem UKT harusnya berimbas pada biaya pendidikan yang makin murah. Tapi kenyataannya di FISIP justru lebih mahal dan naik dari tahun sebelumnya.
”Kenaikannya sekitar 40 persen dari tahun lalu, sementara selama ini kampus tidak mau transparan tentang keuangan,” urainya.
Berdasarkan SK Rektor, UKT yang diberlakukan di FISIP tahun ini adalah paling tinggi biaya yang harus dibayar mahasiswa baru per semester adalah Rp 7,8 Juta dan paling rendah 0. Pembayaran dikelompokkan dalam lima kategori sesuai dengan tingkat ekonomi mahasiswa. Menurut mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Angkatan 2010 itu biaya yang harus dibayarkan tiap semester ini lebih mahal dari tahun lalu.
”Dulu kami hanya membayar sekitar Rp 4 Juta per semester, tapi tahun ini naik sampai Rp 7,8 Juta,” urainya. Selain menggelar aksi, mahasiswa kemarin juga menemui pihak dekanat untuk meminta keterangan mengenai kebijakan UKT tersebut.
Sementara dikonfirmasi mengenai aksi mahasiswa ini, Dekan FISIP UB, Prof Dr Darsono Wisadirana menampik jika biaya pendidikan di fakultas yang dipimpinnya naik. Justru menurutnya tahun ini FISIP UB akan menerima penghasilan yang jauh lebih rendah dari tahun lalu.
”Kami bahkan harus meminjam dana talangan kepada rektorat untuk menyelesaikan pembangunan, karena dana dari mahasiswa baru tahun ini turun,” tegasnya.
Darsono menuturkan tahun lalu FISIP masih diperbolehkan menarik dana hingga Rp 18 Juta kepada mahasiswa baru. Dana tersebut adalah uang pangkal atau uang gedung yang tahun ini sudah dihapus. Sehingga mahasiswa hanya dibebani dengan biaya praktik, jas alamamater dan spp yang pembayarannya dilakukan sekali setiap semester. (oci/eno)
comments

This content has been locked. You can no longer post any comment.