Malang Post

Ajarkan Merakit Robot Sejak Dini

Share
Caption: Robot Pemancing Ikan yang dilengkapi dengan NXT serta Kincir Angin merupakan salah satu contoh hasil kreativitas siswa Robo Kidz

MALANG – Memiliki keterampilan merakit robot tidak perlu menunggu hingga anak tumbuh dan berkembang menjadi remaja. Hal itu bisa diasah sedari dini dengan mengikuti kursus merakit hingga melakukan pemrograman robot seperti yang diajarkan di Robo Kidz. Anak mulai usia 2,5 tahun ke atas sudah bisa dibimbing membuat kreativitas dengan lego untuk mulai mengembkan imajinasi yang mereka miliki. Bukan hanya mengarahkan anak untuk menekuni robotic saat dewasa, namun keterampilan ini bisa digunakan untuk berbagai hal misalnya memiliki pola pikir yang lebih kreatif.
Sejumlah 140 anak yang tergabung sebagai siswa Robo Kidz belajar untuk memecahkan masalah melalui lego yang diberikan. Mereka dituntut untuk bisa membuat rancangan robot sesuai dengan gambar yang disediakan. “Kalau untuk usia 3,5 tahun hingga TK, kami ajarkan untuk bisa rangkaian dasar membuat robot dengan bentuk buah, hewan dan sejenisnya yang memang belum menggunakan NXT untuk menggerakan,” tandas Staff Pengajar, Retnani Latifah.
Ada beberapa level untuk kelas robot. Mulai dari Pre-Robotic 1 hingga 4 dan kelas Robotic. Siswa berlatih merakit, memprogram robot, berpikir kreatif, memecahkan masalah, serta belajar bekerjasama dengan teman. “Kalau untuk yang sudah SD dan kami anggap sudah menguasai dasar perakitan robot, mereka diajarkan untuk memprogram robot. Mereka bisa memberikan perintah maupun suara terntu pada robot masing-masing,” imbuhnya.
Beragam hasil karya yang dihasilkan oleh siswa Robo Kidz cukup unik. Mereka membuat rumah, mobil, hewan, hingga beberapa bangunan yang memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi. Wanita berkacamata ini menjelaskan salah satu kerangka robot yang berbentuk kincir angin hasil karya siswa kelas 1 SD. “Awalnya mereka harus membuat pondasi terlebih dahulu. Setelah itu membuat bagian baling-balingnya. Paling susah adalah pada saat memasukkan gear yang bisa membuat baling-baling tersebut berputar,” ungkapnya kepada Malang Post.
Selain bisa menghasilkan karya, siswa Robo Kidz juga rajin ikut kompetisi robotic baik tingkat regional maupun nasional. Minat yang sangat besar tersebut membuat para siswa ini bersemangat untuk mengikuti kompetisi International Robot Olympiad (IRO) serta World Robot Olympiad (WRO). “Kami terus membimbing dan membekali mereka yang ingin ikut kompetisi semacam itu. Bukan hanya bisa merakit, tapi mereka juga diarahkan untuk bisa bersaing dengan competitor dari berbagai wilayah untuk bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman yang banyak,” tutupnya.(kur/han)
comments

This content has been locked. You can no longer post any comment.