Rupiah Melemah, Biaya Umrah Makin Mahal

MALANG - Trend pelemahan rupiah terhadap dolar AS beberapa waktu terakhir tidak hanya berbahaya bagi pebisnis barang impor. Pengusaha perjalanan luar negeri seperti travel umrah dan haji juga menjadi pebisnis yang terancam mrugi karena pelemahan rupiah.
Owner Saudaraku Umrah dan Haji, Muhammad Yusuf menuturkan, kondisi pelemahan rupiah berpengaruh pada bisnisnya. Pasalnya, travel umrah menggunakan kurs dolar untuk menentukan harga yang mesti dibayarkan calon jamaah.
"Rupiah mencapai Rp 13 ribu berbahaya bagi bisnis umrah. Sebab, harga perjalanan ke tanah suci pun semakin mahal," ujarnya.
Dia menyebutkan, jamaah umrah pun bisa terpengaruh ketika memilih paket. Misalnya, bila biasanya dengan kurs rupiah calon jamaah harus menyiapkan dana mulai Rp 20 juta, kini harus prepare sekitar Rp 23 juta.
"Itu dengan perhitungan biaya umrah 2000 USD. Bila memilih paket premium dengan harga lebih mahal, ya tinggal menghitung kenaikannya," beber dia kepada Malang Post.
Pria ramah ini menuturkan, dengan harga yang lebih mahal, maka calon jamaah terkesan menunda. Calon jamaah menunggu rupiah mulai membaik dan baru mendaftar. Padahal, awal tahun ini diakuinya sebagai masa puncak perjalanan umrah.
"Untuk pendaftaran sudah terjadi sejak Desember lalu hingga Februari yang akan berangkat di bulan-bulan ini. Otomatis, calon jamaah terpengaruh, terutama yang berburu paket reguler," urai dia panjang lebar.
Berbeda dengan pendaftar kelas premium, diakuinya tidak terlalu memperhatikan besaran biaya. Sebab, calon jamaah mencari kenyamanan ketika berkunjung ke tanah suci.
Yusuf mengungkapkan, salah satu cara agar calon jamaah tetap mau mendaftar di tengah tingginya biaya, travel umrah harus memberikan jaminan kenyamanan dan service yang memuaskan. "Itu yang bisa kami kerjakan di masa sulit seperti ini," ungkapnya.
Menurut dia, Saudaraku dalam sebulan dimasa puncak umrah ini, bisa mengantarkan hingga 1500 jamaah per bulan. Angka itu setara bila dibandingkan tahun lalu. Padahal, target yang dicanangkan adanya pertumbuhan sekitar 15 persen.
Terpisah, Sales Counter Al Amin Universal Malang, Fitria Nabila menyampaikan, kurs rupiah yang melemah menghambat sales perjalanan umrah. Menurutnya, pertumbuhan tipis belum sesuai target.
"Bila dibandingkan tahun lalu, sekarang tantangannya kurs rupiah yang melemah. Berbahaya bila terus melemah," ujarnya.
Dia berharap, sesuai dengan kebanyakan pebisnis umrah dan perjalanan wisata lainnya, rupiah segera membaik untuk menggairahkan perjalanan umrah. (ley/feb)