Bank Mandiri Rombak Komisaris

JAKARTA-PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) merombak jajaran komisaris dan direksinya. Enam anggota dewan komisaris yang baru di Bank Mandiri,terdiri dari satu komisaris utama, satu wakil komisaris utama, tiga komisaris independen, dan satu komisaris. Tiga anggota dewan komisaris lama masih menjabat, yaitu Askolani, Abdul Aziz, dan Aviliani.
"Dalam RUPS kali ini kami menyetujui perubahan komisaris utama dan wakil komisaris utama, yaitu Darmin Nasution dan Imam A Putro," kata Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Darmin Nasution dipilih menjadi komisaris utama Bank Mandiri menggantikan Mahmuddin Yasin. Darmin adalah mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Dirjen Pajak Darmin di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sementara Wakil Komisaris Utama yang baru adalah Imam A Putro. Imam saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN. Imam juga pernah menjabat komisaris di beberapa BUMN, seperti PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Bangun Sarwito Kusmuljono diangkat jadi salah satu dari tiga komisaris independen baru Bank Mandiri. Bangun sebelumnya menjabat sebagai komisaris BRI dan BNI, Preskom Syarikat Takaful Indonesia, Presdir PT PNM.
Goei Siauw Hong adalah pengamat ekonomi sekaligus pelaku pasar modal. kini jadi komisaris independen Bank Mandiri. Komisaris independen baru Bank Mandiri yang terakhir adalah Cahaya Dwi Rembulan Sinaga.
Sementara komisaris baru Bank Mandiri yaitu Suwhono. Jabatan terakhir Suwhono adalah Dirut Pegadaian. Suwhono bukan orang baru di Bank Mandiri, ia memulai karir di Bank Bumi Daya yang akhirnya berubah menjadi Bank Mandiri. Suwhono juga sempat menjabat Komisaris Mandiri Sekuritas pada 2005-2009. (dtk/van)