Masih Jenuh, IHSG Cenderung Stagnan

MALANG – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih gagal kembali melampau level tertinggi di angka 5.500 memasuki perdagangan hari kedua di pekan ini, Selasa (17/3/15) kemarin. IHSG bergerak stagnan dalam seharian perdagangan dan hanya mampu naik tipis tiga poin ke level 5.439 poin terimbas aksi jual investor asing.
“Perdagangan di pekan ini masih belum membaik seperti awal Maret yang terus mencetak rekor. Hari ini, setelah sempat menguat 17 poin, level saham menurun dan tidak begitu bagus,” ujar Sales Equity SucorInvest Malang, Agus Prianto, kemarin.
Dia menyampaikan, laju IHSG tertahan di perdagangan sesi kedua karena investor asing banyak yang melakukan aksi jual bersih. Tercatat, saham yang dilepas oleh investor asing mencapai Rp 680 miliar. “Masih terjadi kekhawatiran akan jalannya pasar modal. Banyak investor yang berpikir, pertengahan bulan ini merupakan titik jenuh pasca mencatat rekor,” papar dia kepada Malang Post.
Agus menuturkan, sejatinya ada harapan untuk IHSG akan membaik kemarin. Sempat menguat 0,3 persen atau mencapai 17 poin ke level 5.452, pergerakan bursa searah dengan beberapa bursa regional. Namun, jelang penutupan sesi pertama, aksi jual mulai terjadi dan membuat IHSG beristirahat di level 5.436 atau naik 1,5 poin ketimbang penutupan perdagangan Senin (16/3/15) lalu.
“Akhirnya saham ditutup naik tipis 3,8 poin saja ke level 5.439 poin. Investor banyak melepas saham consumer dan saham unggulan seperti Sampoerna dan Unilever terkena aksi ambil untung,” papar dia panjang lebar.
Dia memprediksi, arah bursa untuk pekan ini masih sama. Menurutnya, kenaikan atau penurunan akan berada di level 5-25 poin saja. Peluang untuk terjadi rekor sangat tipis, karena baru diprediksi terjadi di bulan depan.
Terpisah, Analis Saham Kartono menyampaikan, pergerakan lantai bursa ini sebenarnya bisa diprediksi. Titik jenuh sedang terjadi dan akan berlangsung antara dua hingga tiga pekan. “Sekarang masih cenderung wait and see, bila ada kesempatan lepas atau ambil saham potensial,” ujar dia kepada Malang Post.
Menurutnya, investor masih menunggu akhir bulan, ketika porto folio triwulan pertama emiten sudah diluncurkan. Baru setelah itu, gairah akan terjadi pada investor, untuk menentukan emiten mana yang menarik pergerakan sahamnya.
Sementara itu, perdagangan kemarin berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 277 ribu kali dan volume sebesar 7,62 miliar lembar saham. Sedangkan nilainya, mencapai Rp 6,12 triliun.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat ke posisi Rp 13.162 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan Senin lalu di posisi Rp 13.240 per dolar AS. (ley/han)