Gelorakan Earth Hour Sebagai Gaya Hidup

MALANG – Atria Hotel and Conference Malang melanjutkan kepeduliannya kepada lingkungan. Yakni dengan Program Earth Hour Global Champaign, aksi penyelamatan lingkungan dari pemanasan global sebagai bukti dedikasi bisnis perhotelan untuk mengurangi dampak negatif global warming. “Earth Hour is all about people and their commitment to save our planet. Tagline ini sudah menggambarkan bila kami harus peduli dan berperan untuk kelestarian bumi,” ujar Public Relation Manager Atria Hotel and Conference Malang, Kadek Ayu Ery Ratnawati.

Dia menyampaikan, kampanye ini bentuk kepedulian hotel karena efek pemanasan global yang terasa saat ini harus segera dikurangi, mulai dari diri sendiri dan lingkungan bisnisnya. Mulai dari melakukan hemat energi dan meminimalkan penggunaan bahan plastik. Menurutnya, di tahun kedua ini Atria menggandeng komunitas Earth Hour Malang. Selain itu, juga menggelar School Campaign di SDN Rampal Celaket 1. Kepada anak SD tersebut, Atria menyampaikan dampak pemanasan global dengan konsep fun. Misalnya permainan memilah sampah organic dan anorganik. “Anak-anak perlu mengetahui pentingnya melestarikan bumi. Caranya tidak menggunakan botol minum plastik yang bisa mengakibatkan penumpukan sampah plastik dan kami mengusulkan untuk membawa minuman dari rumah dan dikemas dalam thumbler,” terang dia. Kadek menyampaikan, program kampanye ini akan berlanjut hingga 28 Maret mendatang sebagai puncak kepedulian Atria akan lingkungan. Caranya, hotel ini akan melakukan switch off atau mematikan lampu selama satu jam antara pukul 20.30-21.30 WIB. Mulai dari area kamar, lobi, ballroom dan restoran akan turut serta dalam kampanye hemat energi ini. Selain itu, dalam kesehariannya, hotel di Jalan Letjen S. Parman ini juga sudah mengaplikasikan cara mengurangi pemanasan global.

“Kami selalu berusaha untuk menggunakan recycle paper, LED lamp, dan pemadaman beberapa titik lampu ketika tidak sedang digunakan oleh tamu ketika tidak dalam masa campaign Earth Hour. Semoga bisa berlanjut menjadi lifestyle masyarakat di sekitar,” tegasnya. (ley/oci)