Target 600 Agen BRILink Sepanjang 2015

MALANG - BRI Malang Martadinata memaksimalkan potensinya sebagai perbankan yang dipercaya nasabah mikro. Caranya, bank tersebut mematok salah satu program layanan keuangan tanpa kantor bernama BRILink sebanyak 600 agen yang akan dibuka di tahun 2015 ini.
"Tahun ini kami harus mencapai target 600 agen BRILink di wilayah kerja kami. Sebab, layanan ini membantuk masyarakat kecil untuk mempermudah bertransaksi," ujar Pemimpin BRI Malang Martadinata, S. Hernowo.
Dia menyampaikan, BRILink merupakan program branchless banking BRI yang resmi dikenalkan pada Desember tahun lalu. Karena terhitung baru, di wilayah kerja BRI Malang Martadinata yang sebagian besar berada di kawasan Malang Selatan, patokan pencapaian agen rata-rata sebanyak 50 agen per bulan.
"Saat ini kami masih dalam tahap memaksimalkan pengenalan kepada nasabah potensial untuk mau menjadi agen BRILink. Terutama di wilayah ya f jarak dengan kantor unit BRI terhotung jauh," papar dia panjang lebar.
Dia menuturkan, melalui layanan tersebut, nasabah BRI bisa bertransaksi keuangan mulai dari pembayaran pulsa, listrik, angsuran kredit hingga belanja. "BRILink ini merupakan sebuah inovasi dalam dunia perbankan dengan tujuan mempermudah akses perbankan kepada masyarakat. Terutama masyarakat mikro yang unbanked people,” tuturnya.
Menurut dia, BRILink ini memiliki keunggulan karena menyentuh berbagai kalangan, hingga ke pelosok desa sekalipun. Bahkan, masyarakat bisa memiliki alat untuk menjadi agen BRILink, hanya dengan syarat memiliki usaha. Baik usaha tersebut dalam usaha besar, hingga skala kecil seperti toko kelontong dan bengkel.
Ia menjelaskan, dengan layanan itu, masyarakat yang tinggal di pelosok bisa melakukan berbagai macam transaksi. Misalnya bayar listrik, bayar pulsa, bayar telepon, bayar air, dan setor uang. Layanan BRILink ini sama seperti bank, tapi tidak perlu kantor. Hanya perlu mencari agen BRILink-nya
Saat ini, dari target 600 agen, diakui dia sudah tercapai sekitar 50 persen. Pasalnya, angka agen BRILink telah menembus 300. "Hal ini membuktikan menariknya menjadi agen dengan perhitungan keuntungan bagi mereka. Apalagi bila nasabah merasa usaha kecilnya potensial," imbuh Hernowo. (ley/udi)