Gaji Dirut Petral Setengah Miliar

JAKARTA- Hasil blusukan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri bersama Menteri ESDM Sudirman Said dan petinggi PT Pertamina (Persero) ke kantor Pertamina Energy Trading Limited (Petral) menemukan hal yang membuat geleng-geleng.
Kunjungan ke kantor Petral yang berada di Singapura dilakukan Faisal bersama Sudirman untuk melihat kondisi Petral pasca perombakan tugas dan manajemennya. Saat ini, Petral tak lagi menjadi pintu pengadaan impor BBM dan minyak untuk kebutuhan dalam negeri. Tugas Petral itu digantikan oleh ISC (Integrated Supply Chain).
"Kami pada 8 Maret lalu datangi kantor Petral. Saya, Pak Menteri ESDM Sudirman Said, Direktur SDM Pertamina (Dwi Wahyu Daryoto), dan Dirut ISC (Integrated Supply Chain) Daniel Purba," ungkap Faisal.
"Data dan fakta yang didapat membuat Pak Menteri sampai geleng-geleng," ujarnya.
Faisal Basri mengatakan, gaji Direktur Utama Petral mencapai US$ 44 ribu per bulan. Bila dirupiahkan, mencapai Rp 572 juta atau setengah miliar lebih. Ini menurut Faisal, lebih tinggi dari gaji Direktur Utama Pertamina yang menjadi induk usahanya.
"Pak Dwi (Direktur SDM Pertamina) kan tahu semua gaji pegawai Pertamina, tapi dia tidak tahu gaji Dirut Petral. Pas diperlihatkan kaget, gaji Dirut Petral itu US$ 44.000 (Rp 572 juta) per bulan take home pay, kalau pokoknya US$ 41.000 (Rp 533 juta). Kalah jauh gajinya Dirut Pertamina yang hanya sekitar Rp 200 juta per bulan take home pay," jelas Faisal.
Tak hanya itu, awal tahun ini, Manajemen PT Pertamina (Persero) mengganti Direktur Utama Petral\, dari Bambang Irianto ke Totok Nugroho. Biaya yang harus dikeluarkan sebagai kompensasi mencopot Dirut pun tak sedikit, mencapai Rp 13 miliar lebih. "Uang pisah Dirut Petral itu," kata Faisal.
Namun Pertamina kemudian angkat bicara. "Jadi, gaji Dirut Petral saat itu bukan dalam bentuk mata uang dolar Amerika Serikat, tetap dalam bentuk dolar Singapura. Saat itu kursnya Rp 9.000/SGD," kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda A Pusponegoro.

"Kalau dihitung-hitung, jumlahnya di bawah berapa ratus juta dari itu. Tidak segitu, tapi aku tidak bisa memberitahukan berapa pastinya besaran gaji Dirut Petral karena menyangkut rahasia perusahaan," tuturnya.

Menurut Wianda, gaji petinggi Petral masih harus dipotong pajak 20% oleh pemerintah Singapura. Belum lagi tidak ada tunjangan tambahan. Ditambah dengan biaya hidup yang tinggi di Singapura, gaji yang diterima bisa dibilang pas-pasan.

"Bahkan take home pay-nya aslinya kecil. Selain karena dalam dolar Singapura, dipotong 20%, apalagi biaya makan tidak ada tambahan di gajinya. Kita tahu hidup di Singapura biayanya mahal, belum sewa apartemen. Jadi jumlah segitu pas-pas bagi dia," terangnya.(dtc/han)