Batik Air Mulai Terbang April

MALANG – Perusahaan maskapai Lion Group melakukan eskpansi ke Malang memasuki triwulan kedua 2015 ini,  pasca disetujuinya slot time maskapai Batik Air oleh Danlanud Malang. Bila tidak ada hambatan, maskapai tersebut akan memulai penerbangan pada 3 atau 4 April 2015 dengan rute Malang-Makassar-Malang-Jakarta via Halim Perdanakusuma.
“Hari ini sudah mendapatkan persetujuan dari pengelola Bandara Abd Saleh. Rencana penerbangan perdana di pekan pertama April, antara Sabtu atau Minggu,” ujar Airport Service Manager Lion Group Malang, Sindu Yudhistiro.
Dia menyampaikan, surat izin terbang dari Danlanud Malang, Marsma Sungkono per 23 Maret 2015, kemarin. Setelah itu, Batik Air tinggal bersiap-siap terbang perdana di awal April, dengan dua slot langsung, yakni Malang-Makassar dan Malang-Jakarta.
Menurutnya, Batik Air akan menggarap potensi penerbangan ke Jakarta via Halim Perdanakusuma. Selama ini, penerbangan ke sana dari Abd Saleh baru dilayani oleh maskapai Citilink. Sementara, untuk rute Makassar, diakuinya juga berpotensi melihat tidak adanya penerbangan ke Sulawesi dari Malang.
“Dulu ada dari maskapai Express Air, tetapi hanya bertahan beberapa bulan saja. Padahal, permintaan penerbangan ke Makassar lumayan tinggi,” beber dia kepada Malang Post.
Menurut Sindu, Batik Air akan melayani penerbangan dari Halim Perdanakusuma pagi hari atau mendarat di Malang pukul 07.00 WIB. Selanjutnya, pesawat akan terbang ke Sultan Hasanuddin Makassar pukul 08.00 WIB dan mendarat lagi di Malang siang hari dan berlanjut penerbangan ke Jakarta sore hari, sekitar pukul 14.30 WIB. “Untuk pengaturan waktu, menunggu kepastian beberapa hari lagi. Namun pengajuan Batik di jam tersebut, untuk memaksimalkan potensi penumpang,” papar dia panjang lebar.
Dia menuturkan, penerbangan sore hari ke Jakarta untuk memenuhi permintaan penumpang dari wilayah timur dan tengah. Misalnya dari Makassar, Bali, NTB dan NTT. Selama ini, penumpang dari wilayah ini tertarik untuk datang ke ibukota. Sebaliknya, untuk penerbangan dari Jakarta dilakukan pagi hari, karena untuk memenuhi permintaan penumpang dari kawasan Sumatera.
“Penumpang dari kawasan Sumatera yang ingin terbang ke Bali via Jakarta, coba kami layani dengan rute baru ini,” tegas dia.
Sementara itu, Batik Air merupakan kategori maskapai full service dari Lion Group. Sehingga, harga tiket penerbangan dari pesawat yang direncanakan menggunakan Boeing 737-800 NG ini mulai dari kisaran Rp 700 ribu. “Batik Air merupakan full service maskapai dan berbeda dengan Wings Air atau Lion Air. Patokan cost akan serupa dengan Sriwijaya,” imbuh alumnus Universitas Merdeka Malang tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, Danlanud Abd Saleh Malang, Marsma Sungkono menyampaikan, untuk slot baru dari Batik Air ini sudah disetujui oleh pengelola di Malang. Setelah itu, maskapai tersebut tinggal menunggu keputusan resmi dari Kementerian Perhubungan.
“Setelah mendapatkan persetujuan dari Malang, tinggal dari pemerintah saja. Biasanya tidak lama, makanya mereka berani menargetkan tanggal penerbangan sesuai dengan pengajuan,” ujarnya.
Menurutnya, setelah otoritas pengelola Bandara Abd Saleh menyetujui, maksimal dalam waktu sebulan surat izin akan dikeluarkan. “Bisa saja seminggu lagi, yang jelas dari pengelola Malang dan Halim Perdanakusuma sudah setuju. Tinggal memastikan jam terbangnya saja, bila dari Kemenhub sudah memberikan surat, mereka bisa terbang,” tandasnya. (ley/han)

Penumpang Meningkat 10 Persen
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Bandara Abd Rachman Saleh Suharno mengatakan, adanya tambahan penerbangan kan memberikan dampak positif di Bandara Abd Rachman Saleh. Yaitu, memicu peningkatan jumlah penumpang.
Suharno menyebutkan, tahun 2014 lalu jumlah penumpang mencapai 626.638, dengan rincian 315.040 penumpang datang dan 311.598 penumpang berangkat. Jumlah tersebut meningkat 10 persen dibandingkan tahun 2013 lalu sebesar 526.038  dengan rincian penumpang datang 265.748 dan penumpang berangkat 260.290.
“Penambahan jumlah penumpang, yang datang maupun berangkat tentu juga memiliki dampak positif untuk Malang Raya,” katanya sembari menambahkan, tahun 2015 ini pihaknya mentargetkan peningkatan jumlah penumpang 10-15 persen dari tahun lalu.
Sementara ini di Bandara Abd Saleh, lanjut Suharno melayani tujuh penerbangan dari empat maskapai penerbangan, yakni Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Citilink dan Wings Air. Enam penerbangan melayani rute Jakarta-Malang-Jakarta, dan satu rute melayani rute Malang-Denpasar.
Dia juga memastikan, jadwal penerbangan yang sudah ada tersebut tidak ada akan terpengaruh sekalipuin ada tambahan penerbangan baru. Itu karena Dirjen Penerbangan Udara akan secara teliti menempatkan jam penerbangan baru di jam-jam yang kosong. (ira/han)