Winda Sulam Alis Beri Diskon Spesial untuk Malang

MALANG - Sulam alis sangat cocok untuk wanita karir yang sibuk. Bangun tidur tidak perlu susah-susah membentuk dan melukis alis yang membutuhkan waktu lama. Tinggal mandi pakai make up, lalu berangkat ke kantor. “Praktis,” demikian ungkap brow artist asal Jakarta, Winda Sutrayanti saat ditemui di Hotel Horizon, Komplek Perumahan Araya Malang, Selasa (23/3) petang lalu.
Kedatangan Winda  ke Malang, tak lain untuk melayani klien yang ada di kota ini. Sulam alis, lanjut perempuan cantik itu, sebenarnya mulai muncul sekitar 15 tahun lalu. “Booming memang sekitar 5 tahun belakangan. Sifat praktisnya yang menjadi pertimbangan para klien sehingga mereka memutuskan untuk sulam alis. Klien kami berasal dari berbagai kalangan, cuma kebanyakan wanita karir. Tetapi, tidak sedikit juga ibu rumah tangga dan para mahasiswa. Pokoknya, mereka yang ingin tampil cantik pasti akan tertarik dengan sulam alis,” katanya.
Sulam alis, ungkap perempuan yang pernah menjadi make up artis ini, sangat berbeda dengan tattoo. “Sulam alis hanya sampai pada lapisan kulit kedua. Sedangkan tattoo menembus hingga lapisan kulit ke tujuh. Jadi, sulam alis jauh lebih aman dan higienis. Karena, selain tidak sampai menembus lapisan kulit dalam, tinta sulam alis menggunakan bahan-bahan herbal. Dan, lebih banyak mengandung air. Banyak klien kami yang sebelumnya pakai tattoo beralih ke sulam alis. Cuma, tattoo-nya harus kami hapus dulu,” jelasnya.
Perempuan yang gemar yoga ini mengatakan, ia sangat menjaga kualitas dalam melayani para kliennya. Tak heran, pelanggannya berasal dari berbagai kota di Indonesia. “Beberapa waktu yang lalu kami melayani klien kami di Kota Riau. Dalam satu hari, agar hasilnya maksimal, saya melayani klien tidak lebih dari 3 orang. Maklum, selain kosmetika, ini adalah pekerjaan seni yang membutuhkan konsentrasi. Jadi, suasana hati pun juga harus dijaga,” cetusnya tersenyum kecil.
Salah satu contoh, kata Winda melanjutkan, adalah pemakaian anestesi dengan menggunakan tissue. “Di Jakarta, mungkin baru kami yang menggunakan anestesi tissue yang lebih modern. Pesennya juga di Amerika. Termasuk, tintanya, kami juga pesen ke Amerika. Ada sih, dari negara-negara di Asia yang lebih murah. Tetapi, untuk menjaga kualitas kami tetap memakai produk dari Amerika saja,” imbuh dia.
Sulam alis relatif tidak memerlukan banyak perawatan. “Sulam alis akan hilang dalam waktu satu tahun. Karena itu, perawatan dilakukan setiap enam bulan kalau tidak ingin hilang,” ujarnya.
Bulan ini, Winda Sulam Alis memberikan diskon spesial. Biasanya, rata-rata ia mematok harga Rp 5 juta hingga Rp 8 juta. Tetapi, khusus di Malang, Winda hanya mematok harga Rp 3,5 juta. “Itu harga yang sanga-sangat spesial khusus untuk Malang,” pungkasnya. (sin/han)