Pernah Jadi Loper Koran, Tak Pelit Puji Karyawan

Orang Terkaya Ketiga Dunia, Buffet Warren
Warren Buffett adalah orang terkaya nomor 3 di dunia. Pria ini mengenyam masa kecil di Omaha, Amerika Serikat (AS), yang pada usia 7 tahun sudah mulai usaha dengan menjual botol Coca-Cola, dan menjadi bos dari Berkshire Hathaway, kerajaan bisnis dengan aset US$ 525 miliar atau sekitar Rp 6.800 triliun.
Buffett juga pernah menyambi sebagai loper koran saat berumur 11 tahun, juga menjadi pemungut bola golf yang bisa dijual lagi dengan harga murah kepada pemain golf. Pada perayaan 50 tahun Berkshire Hathway, Charlie Munger, orang tertinggi kedua di Berkshire mengatakan sifat penting Buffett sehingga bisa sukses seperti sekarang.
"Buffett membatasi kegiatannya dalam hidup, dan memaksimalkan perhatiannya kepada aktivitas yang dia lakukan. Ini dia lakukan terus menerus selama 50 tahun. Kesuksesan Buffett sama seperti Roger Federer sukses di tenis. Buffett juga melakukan metode yang sama seperti pelatih basket John Wooden yang sukses memenangi banyak pertandingan. Buffett juga terus meningkatkan kemampuannya selama 50 tahun," kata Munger.
Dalam kata lain, Buffett merupakan orang yang terus belajar dan mengembangkan kemampuannya. Dalam buku "Outliers', Malcolm Gladwell menyarankan semua orang, untuk menjadi ahli dalam suatu bidang, skill atau kemampuan sangat berpengaruh. Namun ada komponen kunci yang sama pentingnya, yaitu latihan. Dan perlu dedikasi bekerja selama 10 ribu jam untuk menjadi ahli yang sejati.
"Latihan bukanlah hal yang anda lakukan saat anda menjadi ahli. Latihan adalah hal yang dilakukan untuk menjadikan anda ahli," kata Gladwell.
Gladwell mengambil contoh Bill Gates, yang sembunyi-sembunyi keluar dari rumah orangtuanya saat malam untuk mempelajari sistem komputer di sekolahnya. Atau The Beatles yang bermain 8 jam sehari di berbagai bar sebelum menjadi ahli di bidang musik.
Buffett pernah mengutarakan, "Saya mendesak untuk menghapuskan waktu banyak, hampir tiap hari, untuk duduk dan berpikir. Ada hal yang tidak biasa dalam dunia bisnis di Amerika. Saya membaca dan berpikir, dan terus melakukan itu, dan membuat keputusan yang tidak banyak dilakukan orang dalam bisnis. Saya menyukai ini," kata Buffett.
Satu hal yang perlu dicatat soal Buffett adalah, kemauannya untuk memuji pegawai di sekelilingnya. Pada 2009 lalu, Buffett memberikan penghargaan kepada Ajit Jain, yang mengepalai Berkshire Hathway Reinsurance dan akhirnya ini memunculkan spekulasi, Ajit bakal menjadi kandidat untuk menggantikan Buffett di Berkshire.
"Bila Charlie (Munger), saya, dan Ajit berada dalam kapal yang mau tenggelam, dan Anda hanya bisa menyelamatkan satu dari kami, berenanglah ke Ajit," kata Buffett kala itu.
Buffett juga pernah memberi penghargaan kepada Todd Combs dan Ted Weschler, yang mengatur portofolio saham Berkshire, pada 2013 lalu. "Di tahun di mana banyak manajer pengelola saham sulit untuk mengangkat indeks saham S&P 500, Todd Combs dan Ted Weschler bisa melakukannya. Sekarang mereka berdua mengelola portofolio senilai US$ 7 miliar. Mereka menghasilkannya. Saya harus mengakui, kinerja investasi mereka bagus," kata Buffett.(dtc/han)