Kenalkan Burge Go-Song dengan Berat 1,5 Kilogram

Hotel Horison Ultima
MALANG – Hotel Horison Ultima Malang enggan ketinggalan dengan kompetitor untuk memaksimalkan potensi food and beverages (F and B) di low season. Hotel di kawasan Kota Araya ini mengenalkan menu baru jelang akhir Maret ini dengan nama Black Burger Go-Song dan Nasi Goreng Kimcil.
Assistant Food and Beverages Manager Horison Ultima Malang, Yudi Firmansyah mengatakan, hampir semua hotel di Malang sepanjang triwulan pertama 2015 ini mengalami low season. Solusi mengatasi sepinya pendapatan hotel, dengan selalu mengupdate menu F and B.
“Setelah awal Januari lalu kami mengenalkan resto bercita rasa Italia, maka di bulan ini kami memberikan varian makanan terbaru. Olahan burger dan nasi goreng,” katanya, kemarin (26/3/15)
Menurut dia, hotel yang memiliki restoran bernama Malabar ini memberikan dua varian yang berbeda berupakan masakan berat bernama Nasi Goreng Kimcil dan sajian ringan namun mengenyangkan berupa olahan burger. Namun, dua menu tersebut dipastikan membuat pengunjung akan kekenyangan karena porsinya yang jumbo.
“Nasi Goreng Kimcil ini bisa dipesan untuk dinikmati bersama dengan empat hingga lima orang. Pas untuk makan siang atau makan malam bersama,” papar dia kepada Malang Post.
Menurutnya, nasi goreng yang diciptakan oleh hotel yang beroperasi awal tahun lalu ini merupakan olahan sederhana dengan lauk pauk seperti tahu dan tempe. Ditambah pula dengan scrambled egg untuk menambah toping nasi goreng. Yang membuat nasi goreng ini berbeda, customer bisa memesan dalam tiga level pedas.
Sementara itu, untuk Black Burger Go-Song, tampilan burger raksasa ini sangat menggoda. Berwarna hitam kecoklatan, burger ini memiliki berat 1,5 kilogram. Berat tersebut berasal dari olahan tepung untuk burger, ditambah dengan sayuran, daging dan cheese. “Tingginya 15 cm dan memiliki diameter 20 cm. Burger berukuran jumbo,” terang Yudi.
Dia menyampaikan, burger dengan harga Rp 115 ribu ++ ini sangat pas dinikmati bersama mencapai empat orang. Akan tetapi, ada pula customer yang memesan burger ini dan hanya dinikmati dua orang saja. “Hasilnya ya mereka kekenyangan makan burger super besar ini,” tambahnya.
Sejatinya, kedua menu ini memang sudah dikenalkan sejak awal Maret. Selama itu, makanan dengan porsi besar ini terjual masing-masing antara 3-5 packet per hari. “Peminatnya sudah lumayan. Sebagai menu baru, nama dan fisiknya memang gampang menggoda,” imbuh Yudi lantas tertawa.
Sementara, hingga pekan terakhir Maret ini, Hotel Horison mencatat month to date okupansi di angka 40 persen. Angka tersebut menjadi bukti bila bisnis perhotelan tengan memasuki masa lesu dan membuat hotel mencoba memaksimalkan sisis F and B untuk kestabilan bisnisnya. (ley/han)