Lepas Embel-embel Asisten

Usia yang masih muda, sempat membuat Public Relation (PR) Manager Atria Hotel and Conference Malang Kadek Ayu Ery Ratnawati kurang percaya diri dengan jabatannya. Tak pelak, dia pun sempat tidak berani langsung menyandang status sebagai manajer, dan lebih dulu memberi embel-embel asisten ketika pertama kali bekerja.
“Pertama kali dulu, saya masih Asisstant Manager PR. Namun, sejak awal tahun ini baru melepas kata asistennya,” ujar dia.
Menurutnya, dia takut ketika pertama kali harus berstatus sebagai manajer. Pasalnya, waktu itu usianya masih sangat belia yakni 22 tahun dan Kadek belum yakin akan kemampuannya. “Makanya, saya meminta jangan langsung bertitel setinggi itu dulu. Menggunakan jabatan sebagai asisten manajer, lebih nyaman ketika harus bertemu klien yang lebih berpengalaman,” beber alumnus Universitas Brawijaya ini.
Kadek mengakui, selama setahun dengan jabatan sementaranya, dia banyak belajar untuk memosisikan diri sebagai ‘corong’ hotel kepada kolega. Adanya imbuhan asisten, diakui oleh dia memberikan kesempatan belajar kepada senior.
“Coba bila saya langsung titelnya manajer, pasti banyak yang menolak bila saya bilang belajar menjadi PR hotel. Dari proses belajar, saya akhirnya lebih mantap menjadi PR Manager,” beber dia kepada Malang Post.
Akhirnya, tahun ini dia berani mengusung jabatan aslinya. Kadek semakin percaya diri setelah mendapat pengakuan sebagai PR terbaik dari seluruh jaringan Parador Hotel. “Ternyata, saya juga mendapatkan apresiasi dari manajemen hotel,” sebutnya.
Perempuan yang hobi kongkow ini pun kini mulai mengenalkan jabatan terbarunya, setiap bertemu klien hotel. “Termasuk membuat kartu nama baru, agar status asistennya hilang,” pungkas dia, lantas tersenyum. (ley/han)