Salurkan Rp 1,9 M untuk Pinjaman UM Rumah

MALANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Malang siap menyalurkan dana sebesar Rp 1,9 miliar untuk program Pinjaman Uang Muka Perumahan- Kerjasama Bank (PUMP-KB) sepanjang 2015 ini. Alokasi tersebut naik Rp 700 juta bila dibandingkan realisasi penyaluran tahun lalu.
“2014 kami berhasil menyalurkan PUMP-KB sebesar Rp 1,2 miliar. Tahun ini alokasinya lebih besar bila melihat minat user dalam memanfaatkan program ini,” ujar Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Sri Subekti.
Menurut dia, perusahaan yang dulu bernama Jamsostek ini mendapatkan kepastian jumlah penyaluran medio Maret ini. Namun, sejak awal tahun bagi calon user perumahan yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan sudah bisa mengajukan permohonan. “Sembari menunggu jumlah penyaluran, sudah ada pengajuan dari calon user. Dari Januari lalu sudah ada yang mengajukan,” tutur dia kepada Malang Post.
Perempuan yang akrab disapa Beti ini menuturkan, besaran pinjaman PUMP-KB mencapai Rp 50 juta. Nilai itu berlaku bagi user yang memenuhi syarat upah di atas Rp 10 juta per bulan. Sementara, untuk tenaga kerja yang memiliki upah di bawah Rp 5 juta, maksimal dana PUMP-KB mencapai Rp 20 juta.
“Tahun lalu, untuk Cabang Malang rata-rata disalurkan pada user dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Dominasi penyaluran PUMP-KB sebesar Rp 20 juta,” beber Beti.
Menurutnya, tahun ini dengan alokasi yang lebih besar, maka BPJS Ketenagakerjaan berpotensi menyalurkan PUMP-KB antara 70-90 user. Angka ini dipastikan meningkat ketimbang tahun lalu di kisaran 50 user.
Dia menambahkan, bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang hendak membeli rumah dan tengah membutuhkan bantuan pinjaman uang muka, diharapkan segera mengajukan. Pasalnya, dia membatasi pengajuan di awal Juni mendatang.
“Maksimal Juni kami sudah menyalurkan semua dana PUMP-KB. Untuk pengajuan segera saja, kurang dua bulan ini,” sebutnya.
Sementara itu, untuk penyaluran PUMP-KB ini berlaku bagi tenaga kerja yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan selama minimal satu tahun. Selain itu, pinjaman uang muka ini bagi tenaga kerja yang hendak membeli rumah pertama saja. (ley/han)