Lesu, Penjualan PC Menurun 30 Persen

MALANG – Pasar laptop dan personal computer (PC) di Malang tengah memasuki masa lesu di triwulan pertama 2015 ini. Penjualan menurun mencapai 30 persen ketimbang tahun lalu yang disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti harga yang cenderung naik mengikuti melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS hingga tren awal tahun yang membuat customer masih menghemat dana.
Store Manager Branded Store Cyber Mall, A Liong menyampaikan, bila awal tahun ini sales IT memang tengah lesu, khususnya laptop dan PC. “Jika berkaca dari hasil tahun lalu, terjadi penurunan antara 20-30 persen hingga Maret kemarin,” ujarnya.
Menurut Liong, tahun lalu dalam sehari outletnya dan hampir semua outlet pasti mampu menjual produk. Berbeda dengan tahun ini, terkadang ada hari tidak berhasil menjual produk sama sekali. “2014, dalam sehari antara 6-10 produk terjual,” beber dia kepada Malang Post.
Dia menuturkan, faktor semakin naiknya harga produk sangat mempengaruhi penjualan. Apalagi, dalam kurun tiga bulan terakhir terjadi kenaikan yang signifikan sehingga membuat masyarakat berpikir ulang saat akan membeli. Untuk satu produk, bisa naik antara Rp 350 ribu hingga Rp 900 ribuan.
“Harganya bisa berubah mencapai 20 persen. Hal ini membuat customer menahan diri dan menunggu harga produk turun,” tambah Liong.
Sementara, untuk produk yang menggunakan kurs dolar, malah setiap saat bisa berubah. Sepanjang Maret lalu misalnya, harga laptop Hewlett Packard (HP) berubah sebanyak empat kali. “Nah sekarang malah Rp 13 ribu per dolar AS, maka budget yang disiapkan oleh customer harus semakin tinggi,” urainya.
Akan tetapi, sesuai dengan pengakuan Liong, Maret lalu bila dibandingkan dengan Februari sudah mulai ada perbaikan sales. Menurutnya, terjadi peningkatan walau tipis, antara 5-10 persen. “Tetapi jangan dibandingkan dengan 2014. Masih jauh, apalagi dengan tahun 2013. Tahun ini, yang meningkat pasti penjualan smartphone atau tablet,” sambung Liong.
Menurut dia, Maret lalu permintaan meningkat dari customer end user. Sementara, untuk permintaan dari corporate atau sekolah, belum terlalu ada perubahan. Dia memprediksi, April ini bisa lebih baik lagi, sebab customer pelajar mulai membutuhkan laptop atau PC untuk menghadapi ujian atau tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Malang, Cornelius Sutiono mengakui hal yang sama. Untuk triwulan ini masih kalah jauh ketimbang triwulan yang sama 2014. “Tren awal tahun memang sepi,” jelasnya.
Menurutnya, sales computer akan meningkat ketika tahun ajaran baru bagi pelajar dan mahasiswa. Selama penantian tersebut, pengusaha computer wajib memiliki cara agar stabilitas bisnis terjaga. Misalnya dengan mengikuti pameran yang menawarkan special price dan banjir hadiah. “Grafik penjualan akan membaik di semester dua. Begitu setiap tahunnya, antara Juni sampai Agustus,” tandas dia. (ley/han)