Sumbang 70 Persen Pendapatan Regent Hotel

MALANG – Sektor food and beverages semakin mendominasi revenue bisnis perhotelan. Salah satunya di Hotel Regent Park Malang, yang selama triwulan pertama 2015 ini mendapatkan sumbangsih pendapatan dari sisi F and B mencapai 70 persen.
“Awal tahun ini revenue F and B semakin mendominasi bisnis hotel. Selama tiga bulan saja, sudah melebihi angka 70 persen di tempat kami,” ujar General Manager Hotel Regent Park, Herman Larante.
Dia menyebutkan, bila dibandingkan dengan periode yang sama 2014 lalu, revenue F and B memang meningkat. Kenaikan terjadi sekitar 10 persen hingga akhir Maret lalu. “Selama dua tahun terakhir F and B memang menopang pendapatan hotel, selain okupansi (tingkat keterisian kamar),” terangnya. Itu berarti, minat masyarakat untuk bersantap di hotel semakin tinggi dari hari ke hari, lifestyle mereka mulai berubah.
Menurut Herman, kondisi ini membantu hotel di tengah ketatnya persaingan bisnis perhotelan dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, dalam dua tahun ini semakin banyak hotel baru yang bermunculan, sehingga membuat manajemen harus mengeluarkan strategi agar pendapatan stabil. “Bila berharap pada kamar saja, pasti berat untuk mencapai target. Bisa mencatat okupansi 50 persen saja sudah bagus di tahun ini,” beber dia kepada Malang Post.
Herman menerangkan, untuk sektor pendapatan F and B ini bisa diperoleh dari acara seperti pernikahan, seminar atau rapat, hingga tamu walk in yang ingin menikmati fasilitas restoran di Hotel Regent. Di sana, terdapat satu resto yang sangat digemari oleh tamu, terutama dari corporate yakni Chinesse Restaurant bernama Wansho.
“Banyak tamu yang datang hanya sekadar makan siang atau makan malam di Wansho dan Japanese Resto. Makanya, hotel kami terlihat selalu ramai,” papar dia panjang lebar.
Dia mengakui, bila selama tiga bulan pertama ini hotelnya tertolong akan kepercayaan tamu. Apalagi, ketika low season dan peraturan tentang larangan PNS dan instansi pemerintah menyelenggarakan meeting di hotel diluncurkan, hotel ini masih bisa memanfaatkan tamu corporate yang kerap memanfaatkan ballroom dan restoran. “Hotel lain agak bingung. Namun kami terhitung stabil dan malah meningkat,” imbuhnya.
Sementara itu, dari sisi okupansi, Herman menyampaikan bila hotel di Jalan Jaksa Agung Suprapto ini mendapatkan okupansi 50 persen di triwulan pertama. Menurutnya, angka ini memang menurun bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.
Selain itu, untuk menyiasati low season, Regent memberikan program special price untuk beberapa tipe kamar bagi tamu tertentu, misal pengguna kartu Kredit BRI. “Special rate 40 persen untuk semua tipe kamar, diskon 15 persen untuk food, diskon 25 persen untuk SPA. Program ini untuk menggenjot pendapatan yang akan berlangsung hingga 31 Mei 2015, sekaligus merayakan ulang tahun hotel di April ini,” pungkasnya. (ley/han)