Koleksi Tenun Kediri Hiasi Pameran di Hotel Tugu

MALANG – Indonesia memiliki warisan budaya lokal yang patut dilestarikan secara turun temurun. Warisan itu berupa kain tenun, termasuk berasal dari Jawa. Misalnya kain tenun asal Kediri dengan motif cepok yang selama ini masih belum terlalu dikenal, padahal menawarkan penampilan tidak kalah indah dengan berbagai tenun lain seperti dari Lombok dan Bali.
Hotel Tugu Malang pun mencoba mengangkat kearifan warisan asal Kediri tersebut, dalam pameran Never Ending Story of Tenun and Batik Jewelry Exhibition, yang akan berlangsung mulai hari ini di Tirtagangga Room. “Pameran kali ini membawa satu koleksi menarik yang masih belum diketahui banyak orang. Kain tenun Kediri, yang diproduksi di Desa Bandar Kidur, Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Malang,” ujar Executive Assistant Manager Hotel Tugu Malang, Crescentia HV, Jumat (10/4/15) kemarin.
Dia menuturkan, saat ini produksi kain tenun asal Kediri ini sudah mencapai pada generasi keempat. Menurutnya, cicit dari generasi pertama ini, masih menenun dengan model tradisional. “Namun untuk motif sangat modern. Yang membuat pun beberapa sudah menempuh sarjana,” beber dia kepada Malang Post.
Perempuan yang akrab disapa Cres ini menuturkan, koleksi tenun Kediri ini sangat terbatas. Selama pameran yang berlangsung dua pekan ini, hanya ada 20 motif. “Terbatas dan eksklusif. Sebab, perajin hanya menyediakan sejumlah itu. Padahal kami sudah memesannya sejak enam bulan lalu,” tuturnya.
Menurut dia, terbatasnya koleksi dikarenakan proses pembuatan selembar kain tenun bisa mencapai tiga hari bahkan lebih. Proses pembuatan motif yang harus diikat, dibuka, diwarnai dan berlanjut pada keseluruhan warna membutuhkan waktu yang lama.
Dia menambahkan, untuk kain tenun Kediri ini dibandrol mulai dari Rp 400 ribuan. Sementara itu, koleksi lain yang ada dalam pameran ada kain tenun Lombok dan Bali. Untuk beberapa tipe, bandrolnya bisa mencapai jutaan. “Tenun Lombok sudah banyak yang kenal. Bahan lebih berat dan bagus ketika sudah menjadi busana,” imbuhnya.
Pameran yang dilangsungkan untuk memeriahkan HUT Kota Malang ini, juga mengusung koleksi batik. Meskipun tahun lalu pernah menggelar pameran batik, Cres memastikan koleksi dalam pameran kali ini berbeda. “Semuanya motif terbaru dari sang perajin. Baik Lenan maupun Liem Ping Wie,” tegasnya.
Selain itu, pameran ini juga memadukannya dengan koleksi perhiasan. Misalnya dari Asiattic House of Asian Treasures, Radha Jewelry dan Majusa. “Koleksi akseroris berpadu batu mulia khas Hotel Tugu juga kami pamerkan,” tandas Cres. (ley/han)