DAOP I PT KAI Sediakan 29.756 Kursi per Hari

JAKARTA- Hari raya Idul Fitri 1436 H yang diperkirakan jatuh pada 17-18 Juli 2015 masih sekitar tiga bulan lagi. Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI sudah melayani penjualan tiket kereta api untuk melayani para pemudik sejak H-90.
Musim mudik tahun ini, PT KAI Daerah Operasional (Daop) I menyediakan sekitar 29.756 kursi setiap hari selama periode libur lebaran berlangsung. Dengan rincian sebanyak 14.856 kursi kelas ekonomi, 4.800 kursi kelas bisnis, dan 10.100 kursi kelas eksekutif.
Kapasitas kursi tersebut berasal dari 61 perjalanan KA reguler ke berbagai destinasi di Pulau Jawa, meningkat dari tahun lalu yang hanya 54 perjalanan per hari. Sebanyak 34 KA berasal dari pemberangkatan Stasiun Pasar Senen, sisanya diberangkatkan dari Stasiun Gambir. "Kita sudah mulai jual (tiket) dari H-90, itu cukup bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan (mudik)," ujar Kepala Humas PT KAI Daop I Bambang Setiyo Prayitno, Minggu (19/4).
Bambang melihat ada kecenderungan masyarakat yang fanatik menggunakan KA tertentu di hari pemberangkatan sehingga panik ketika tiket yang diinginkan sudah ludes. “Padahal ada KA lain yang mempunyai tujuan yang sama hari lain atau menggunakan KA yang rutenya melewati daerah tujuannya,” tuturnya.
Mengingat banyaknya kursi yang tersedia, Bambang menyarankan untuk membeli tiket dari jauh-jauh hari, terutama untuk KA pemberangkatan H-7 hingga H-1 yang ke tujuan mudik favorit seperti Solo dan Jogjakarta.
Bambang menyatakan KAI Daop I belum mengalokasikan KA tambahan untuk lebaran. Kendati demikian, KAI Daop I akan terus mengevaluasi tingkat okupansi dan berusaha seefisien mungkin melayani permintaan. Tidak menutup kemungkinan nanti akan ada tambahan rangkaian kereta api menjelang Lebaran.
“Tahun ini, kami sudah menambah rute perjalanan KA reguler dari yang tadinya hanya fakultatif mulai 1 April kemarin. Demi kenyamanan penumpang tentu kami tetap konsisten dengan hanya mengangkut penumpang sesuai kapasitas angkut 100 persen sehingga tidak ada penumpang yang berdiri,” kata Bambang.
Berdasarkan data terakhir, tiket pemberangkatan H-10 hingga H-1 Lebaran dari Stasiun Gambir masih tersedia lebih banyak dibandingkan pemberangkatan Stasiun Pasar Senen. Ketersediaan tiket untuk pemberangkatan Stasiun Gambir H-10 lebaran masih di atas 50 persen. Sementara itu, untuk tiket KA pemberangkatan Stasiun Pasar Senen sudah terjual lebih dari 70 persen.
KA yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen didominasi oleh KA kelas ekonomi yang harga tiketnya lebih murah sedangkan KA pemberangkatan Stasiun Gambir lebih banyak untuk kelas eksekutif dan bisnis.
Menurut Bambang, pengguna kelas eksekutif kebanyakan adalah masyarakat kelas menengah ke atas yang banyak bekerja di sektor formal. Penumpang tersebut cenderung membeli tiket ketika sudah dekat dengan hari-H karena pertimbangan pekerjaan dan menunggu kepastian cuti maupun libur sekolah. “Pengguna kereta api dari Stasiun Gambir lebih banyak pertimbangan seperti izin cuti kantor dan libur sekolah jadi membelinya nanti kalau waktu libur sudah pasti sedangkan kalau penumpang kelas ekonomi mereka mungkin lebih tidak terikat dengan pekerjaan selain itu juga (tiket) untuk kelas ekonomi ada subsidi,” tutur Bambang.
Beberapa KA pemberangkatan Pasar Senen yang tiket H-10 hingga H-1 Lebaran sudah ludes antara lain KA Matarmaja tujuan Malang, KA Gaya Baru Malam Selatan tujuan Surabaya Gubeng, KA Brantas tujuan Kediri, KA Kertajaya tujuan Surabaya PasarTuri, KA Bengawan tujuan Purwosari, dan KA Tawang Jaya tujuan Semarang Poncol. (jpnn/cn/udi)