Tiga Bulan Jelang Lebaran, Masyarakat Mulai Berburu Furniture

MALANG – Memasuki triwulan kedua tahun 2015, bisnis furniture di Kota Malang mulai mengalami peningkatan penjualan. Hal ini terbukti dengan tingginya penjualan sejak awal bulan sebagai persiapan masyarakat untuk menyambut momen Lebaran yang kurang tiga bulan lagi.
“Trendnya sudah mulai meningkat pada bulan ini. Rata-rata penjualan untuk beberapa jenis furniture lumayan tinggi,” ujar Marketing Executive Vittorio Furniture, Ati Rahmawati.
Dia menuturkan, peningkatan di kisaran 20 persen. Rata-rata penjualan per hari di kisaran 6-8 unit di tempatnya. Angka itu akan meningkat dua kali lipat ketika momen akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu, terutama sejak Vittorio mulai mengikuti pameran furniture di Mall Olympic Garden (MOG) sejak 15 April lalu.
“Hampir sepekan ini penjualan selalu menyentuh dua digit. Sebab, pilihan furniture kami seperti aneka sofa dan meja untuk ruang keluarga dan ruang makan berbeda dengan yang lainnya,” beber dia kepada Malang Post.
Menurutnya, masyarakat mulai bersiap untuk berlebaran sejak jauh hari. Menurutnya, Juni mendatang, peluang masyarakat berburu furniture akan berkurang. “Jadi customer mulai berburu sejak bulan ini dan pasti memuncak pada bulan Mei,” tegas Ati.
Perempuan ramah ini menyebutkan, furniture seperti meja hias dan sofa yang paling laris ketimbang pilihan lainnya. Terutama, untuk model baru yang diyakini siap mempercantik penampilan rumah ketika banyak tamu datang di momen Lebaran. “Maksimal belanja bulan-bulan ini, sebab ketika puasa tiba kebutuhan lain pasti lebih banyak,” sebutnya.
Bahkan, diakui oleh Ati, bila penjualan tidak hanya ramai di akhir pekan. Sebab, begitu hari efektif kerja, maka yang datang dan berkonsultasi merupakan customer yang lebih serius berburu kebutuhan furniture. “Makanya, hari Senin pun tetap ramai. Baik yang langsung membeli, maupun memesan untuk menyesuaikan warna,” urai dia panjang lebar.
Terpisah, Marketing Executive Airland di Tunggal Jaya Furniture mengakui hal yang hampir sama. Kebutuhan bedroom juga tak kalah meningkat. “Dalam dua pekan terakhir selalu ada penjualan dengan jumlah yang lumayan,” sebutnya.
Menurut dia, selama tiga bulan pertama lalu cenderung berbeda. Terkadang, dalam sehari ada juga produk furniture tidak terjual. “Namun dalam dua minggu pasti ada penjualan. Sehari minimal menjual tiga produk,” tambahnya.
Perempuan yang akrab disapa Abel ini menuturkan, banyak bisnis furniture mengalami hal yang sama. Menurutnya, sejak April hingga Juni mendatang merupakan masa puncak bagi sales sehingga tidak heran pabrikan mengeluarkan model terbaru dan memproduksi lebih banyak. “Begitu juga dengan stok, pasti lebih banyak sejak bulan ini,” pungkasnya. (ley/udi)