Kredit Tumbuh Tipis Rp 1,6 M

MALANG – Harga BBM yang berubah setiap bulan di tahun ini turut memperlambat penyaluran kredit sektor mikro. Hal ini pun berlaku di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang selama ini mendapatkan kepercayaan nasabah kecil. Salah satunya BPR Armindo Kencana yang mencatat pertumbuhan tipis untuk penyaluran kredit, sebesar Rp 1,6 miliar di triwulan pertama 2015.
“Awal tahun ini hampir semua sektor bisnis lesu. Sampai di sektor mikro perbankan seperti BPR,” ujar Direktur Utama BPR Armindo Kencana Malang, Betty Rosmiati.
Dia menuturkan, hingga akhir Maret lalu, BPR yang dikelolanya bertumbuh tiga persen dalam hal penyaluran kredit kepada nasabah. Angka ini lebih rendah ketimbang pencapaian di tahun lalu sekitar lima persen. “Penyaluran kredit kami di angka Rp 58,05 miliar. Ada pertumbuhan namun sangat tipis,” beber Betty kepada Malang Post.
Dia mengakui, beberapa faktor mempengaruhi melambatnya penyaluran kredit. Terutama bila dilihat dari sisi nasabah, BBM yang tidak stabil berperan pada minat pengajuan kredit. “Banyak yang enggan segera mengajukan pinjaman karena kondisi ekonomi yang tidak menentu yang disebabkan harga BBM,” paparnya.
Menurut dia, tipe nasabah mikro yang merupakan main bisnis BPR, memang sangat bergantung pada stabilitas perekonomian. Dia mencontohkan, ketika harga BBM naik, maka turut mempengaruhi harga kebutuhan lainnya. “Mereka yang berbisnis kecil-kecilan lebih berpikir ulang untuk mengajukan kredit di BPR,” imbuhnya.
Hal yang sama pun dilakukan oleh BPR. Pengetatan penyaluran kredit bagi nasabah, terutama bagi yang pertama kali mengajukan pinjaman. Riwayat kredit calon nasabah sangat diperhatikan untuk meminimalkan peningkatan non performing loan (NPL). “Mereka yang berpotensi menambah kredit macet, pasti kami pertimbangkan matang. Bila tidak NPL kami yang tinggi,” urainya.
Perempuan berkerudung ini menambahkan, hingga akhir Maret lalu, NPL nett dari BPR Armindo Kencana sebesar 0,84 persen. Sementara, NPL gross yang berarti disertai PPAP (Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif) sebesar 2,3 persen.
Sementara itu, untuk memperingati Hari Kartini, Selasa (21/4/15) kemarin, BPR Armindo Kencana mengadakan lomba berbusana adat bagi semua kantor yang tersebar di Malang Raya. BPR tersebut memiliki 16 kantor yang terdiri dari satu kantor pusat, empat kantor cabang dan 11 kantor kas.
“Ada lomba di tempat kami yang berlaku di semua kantor. Lombanya berupa kekompakan dan keunikan mengenakan busana adat, baik bagi karyawan pria maupun wanita,” pungkas Betty. (ley/han)