Hadirkan Skutik Futuristik dengan Tenaga Motor Sport

Honda Vario 150eSP
SEJAK pertama hadir delapan tahun yang lalu, skutermatik andalan Honda, yaitu Vario, mendapat sambutan yang sangat meriah dari konsumen sepeda motor di Indonesia. Sepeda motor yang mengutamakan kenyamanan dan kerap digunakan sebagai pelengkap gaya hidup ini laris manis.
Dirilis dari Viva.co.id, salah satu penyebabnya adalah karena modelnya yang menarik dan mudah dikendarai. Vario generasi pertama hadir dengan mesin berkapasitas 110cc. Kala itu, ukuran ini dianggap cukup ideal untuk penggunaan di dalam kota, yang memang menjadi target utama konsep skutik.
Sering perkembangannya, Honda kemudian meningkatkan kapasitas mesin menjadi 125cc, demi bisa bersaing dengan kompetitor. Apalagi motor-motor baru saat itu sudah mulai beralih ke kapasitas yang lebih besar.
Di awal 2015 ini, Honda kembali meluncurkan model Vario terbaru. Lagi-lagi kapasitas mesin naik, menjadi 150cc. Di Indonesia, Honda menjadi produsen pertama yang menyediakan skutik dengan kapasitas mesin yang dulu hanya akrab dipakai oleh jenis motor sport.
Selain lebih bertenaga, Honda juga menyematkan beberapa fitur baru yang dianggap mampu membuat pengguna jadi lebih nyaman saat mengendarainya.
Setiap perubahan yang dilakukan pada Vario, Honda tampaknya ingin membuat tampilan motor ini menjadi makin futuristik. Di generasi terbaru ini, desain bodi terlihat lebih tajam dan bongsor. Banyak sudut-sudut tajam di lekukan bagian depan dan belakang.
Sepintas, desain Vario baru ini tampak seperti pesawat tempur Sukhoi yang digunakan Angkatan Udara RI, tajam namun terlihat elegan.
Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, Honda menurunkan ketinggian jok agar pengendara dengan tinggi badan 170 sentimeter dapat dengan mudah menyangga motor. Sayangnya, mereka yang memiliki tinggi badan di bawah itu harus rela bertumpu pada ujung jari kaki.
Bodi yang bongsor identik dengan berkurangnya kelincahan saat menyelip di antara antrean mobil. Itu sebabnya jarak antara roda depan dan belakang motor ini dikurangi sedikit, agar lebih gesit.
Mereka yang sebelumnya pernah menunggangi Vario Techno tentu tidak akan merasakan perbedaan yang berarti saat mengendarai motor ini, tentunya dalam hal faktor ergonomis. Kombinasi posisi jok yang sedikit tinggi di bagian belakang dan setang yang agak rendah membuat posisi riding menjadi sedikit sporty.
Berbicara tentang teknologi, Vario 150 eSP ini sudah dilengkapi dengan lampu depan LED berwarna putih. Lampu ini mampu menerangi jalan secara maksimal apabila tidak sedang turun hujan.
Satu hal yang selalu ada di setiap produk Honda adalah indikator lampu belok yang terpisah di panel instrumen. Hal ini memudahkan pengendara untuk mengetahui arah mana yang hendak dituju.
Selain itu, Honda juga menaruh tombol klakson di atas tombol lampu belok, sehingga jempol kiri pengendara dapat dengan mudah meraihnya. Konsep ini sudah diterapkan pada seri Vario sebelumnya, dan dinilai cukup efektif mengurangi kebiasaan menekan tombol klakson.
Teknologi yang juga masih relatif baru adalah fitur penghemat bahan bakar yang dinamakan idling stop system (ISS). Fitur ini berguna untuk mematikan mesin saat motor berhenti lebih dari tiga detik, seperti saat antre atau macet.
Sayangnya saat pengujian, sempat terjadi kerusakan pada indikator ISS, dimana lampu indikator tidak mau menyala meski tombol sudah di posisi on. Namun setelah berjalan sejauh beberapa kilometer, fitur ini kembali normal.
Fitur terakhir yang mungkin layak untuk dibahas adalah sistem pengaman lubang kunci, dimana Honda memasang semacam pegas pada tutup lubang kunci Vario 150 eSP. Jadi ketika pengendara mematikan mesin dan mencabut kunci, maka lubang akan otomatis tertutup, sehingga tidak perlu khawatir mudah dibobol pencuri. (viv/oci)