Bisnis BCA Syariah Tumbuh Pesat

MALANG POST – Bank Central Asia Syariah (BCAS) salah satu anak usaha BCA mencatatkan pertumbuhan bisnis yang bagus sepanjang 2014 lalu. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 37 persen dengan penyaluran pembiayaan bertumbuh sebesar 50 persen di periode yang sama. Hal ini membuktikan BCAS tak kalah mendapatkan kepercayaan dari nasabah, sama halnya dengan BCA konvensional.
“BCA Syariah masih terhitung baru, sebab baru berusia lima tahun. Namun perkembangan bisnisnya sangat bagus, terutama di sektor mikro,” ujar Wakil Presiden Direktur BCA Syariah, John Kosasih, di Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Senin (27/4/15) kemarin.
Dia menyampaikan, kinerja BCAS memang semakin bagus setiap tahunnya dan menunjukkan perbankan syariah mendapatkan tempat di hati nasabah. Tercatat, DPK BCAS sepanjang tahun lalu bertumbuh Rp 600 juta menjadi Rp 2,3 triliun di akhir tahun. Sementara, pembiayaan yang meningkat separuh ketimbang 2013 membuat bank ini menyalurkan dana sebesar Rp 2,1 triliun tahun lalu.
“Tahun sebelumnya kami masih menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 1,4 triliun. Namun melesat di tahun lalu dan kami optimis semakin bertambah di tahun ini,” tambah John.
Sementara, BCAS kini telah memiliki 45 jaringan kantor di seluruh Indonesia. Pada awal berdiri di 2010, unit kerjanya masih 11 kantor saja. Kini, sebarannya meliputi wilayah Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Bandung dan Solo. “Dalam waktu dekat, pasti menyusul Malang karena potensinya sangat bagus di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” urai dia panjang lebar.
Sementyara itu, kemarin BCAS menyerahkan bantuan ke LAZ Sidogiri sebesar Rp 100 juta. Dana ini sebagai perwujudan komitmen bank yang mendukung sektor pendidikan, kewirausahaan dan kesehatan. “LAZ Sidogiri kami pilih karena merupakan badan usaha milik Ponpes Sidogiri yang telah berkembang pesat di sektor pembiayaan koperasi dan UMKM,” terangnya pasca acara.
Pembiayaan tersebut digunakan untuk penyaluraan pembiayaan anggota maupun calon anggota Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) BMT UGT Sidogiri. Di tempat yang sama, Direktur BCA, Suwignyo Budiman mengatakan, pemberian bantuan tersebut sejalan dengan semangat BCA untuk mendukung peningkatan kuantitas dan kualitas wirausaha di Indonesia. “Selain itu, Koperasi BMT-UGT Sidogiri juga telah mendapat fasilitas pembiayaan dari BCAS sebesar Rp 50 miliar dengan tenor tiga tahun,” katanya.
Pembiayaan pertama sebesar Rp 20 miliar pada 2013 dan revolving atau berulang pada 2015 ini sebesar Rp 30 miliar. Pembiayaan ini untuk modal pengembangan unit usaha di BMT-UGT Sidogiri. Ketua BMT UGT Sidogiri Kabupaten Pasuruan, Mahmud Ali Zain mengatakan, bantuan dan jalinan kerjasama dengan BCA Syariah tersebut memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan.
“Wirausaha merupakan salah satu jalan keluar untuk mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sidogiri,” tambahnya. (ley/han)