Bergaya a la Andalas di Bulan Ramadan

Sudah bukan rahasia lagi Indonesia memiliki ragam budaya yang melimpah. Mulai dari tarian hingga kain-kain tradisional. Salah satu daerah yang bisa dijelajahi adalah Sumatera.

Kekayaan budaya di pulau Sumatera, diibaratkan hampatan aneka macam bunga di taman luas. Hal itu menjadi inspirasi desainer senior Indonesia, Itang Yunasz dalam koleksi khusus ramadhan dan idul fitri. Ia mengambil tema "Puspa Ragam Andalas".

"Andalas adalah gambaran pulau Sumatera yang mencakup dari Aceh hingga Palembang. Dari mulai bunga yang warna warni ditambah songket super indah," kata Itang dalam jumpa pers Puspa Ragam Andalas di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 30 April 2015.

Dalam rancangannya tahun ini, lanjut Itang, ia menerjemahkan desainnya pada busana era 1980-an. Namun tetap dengan gaya terkini untuk tren mendatang.

Pria yang mengawali karir sebagai desainer pada 1981 ini memilih cara berbeda. Tidak memakai tenun atau songket asli Sumatera, ia memilih untuk memakai teknologi digital printing dan print rotari.

"Songket sangat sayang kalau dipotong-potong, saya ingin mengangkat semua biar bisa dipakai makanya saya print. Bisa digunakan sehari-hari. Kecuali untuk batik, karena prosesnya mirip dengan printing," tambahnya.

Dalam pagelaran busana yang digelar siang tadi, Itang memakai material silky dan sifon ceruti, satin silk, satin poliyester.

Busana wanita muslim yang dipersembahkan brand Kamila tampak anggun dengan siluet longgar, ditambah detail embroidery khas Itang Yunasz. Sedangkan untuk pria, yang diwakili brand Preview, Itang membuat baju koko kasual printing bergambar pintu masjid.

"Bordir ikat yang besar kita coba tampilkan dalam satu baju," katanya.

Dominasi warna pun lebih berwarna, dengan merah muda, hijau, ungu, biru, emas dan coklat.

Semua busana karya Itang Yunasz edisi ramadhan dan Idul Fitri bisa didapatkan di gerainya di Tanah Abang, Jakarta Pusat. (viv/oci)