Berburu Batu Alam Kaltim dan Mutiara Lombok di MOG

MALANG - Indonesia memiliki beragam warisan budaya yang sangat memesona, salah satunya adalah kerajinan nusantara. Hal ini dibuktikan dengan seringnya pameran kerajinan khas nusantara di berbagai kota, tak terkecuali di Kota Malang. Seperti yang kini berlangsung di Atrium Hall MOG Malang dalam agenda Gebyar Wisata Kerajinan dan Investasi Nusantara. Acara ini menampilkan produk dari berbagai wilayah kabupaten dan kota di Indonesia.
Pameran ini berlangsung sejak Kamis (30/4/15) dan akan berakhir hari ini. Selama empat hari, 45 stand mencoba menarik minat pengunjung mall untuk memburu barang yang sebagian besar merupakan kerajinan tangan tersebut.
"Besok (hari ini, red) terakhir pameran. Ada berbagai macam pilihan produk, mulai dari batik, souvenir, batu alam hingga mutiara. Semuanya khas dari setiap kota atau kabupaten masing-masing. Misalkan dari Kalimantan Timur dengan aksesoris batu alam, Sragen dan Cirebon dengan batiknya, Kota Malang dengan camilan keripik tempe, hingga dari Purbalingga," urai dia panjang lebar.
Dia menjelaskan, pameran di masa liburan ini menjadi alternatif bagi pengunjung mall. Tidak heran, bila setiap stand diburu oleh customer.
"Apalagi jenis batu alam, kan lagi ramai batu akik," imbuh dia.
Sementara itu, Fia Pearl dari Lombok menjadi salah satu stand yang tak kalah ramai dari kunjungan. Menurut Owner Fia Pearl, Ani Dwi R, pameran ini pertama kali diikutinya.
"Baru kali ini kami ikut pameran di Malang. Antusiasnya luar biasa," ujar dia.
Menurut dia, selama tiga hari ini, produk perhiasan mutiara yang diusung bisa terjual mencapai 30 pieces. Mulai dari gelang, kalung, anting-anting hingga cincin. Semua koleksinya berpadu dengan mutiara, baik mutiara air laut maupun air tawar.
Dia menyebutkan, harga koleksi mutiara di Fia Pearl mulai dari Rp 50 ribu hingga jutaan rupiah. Bila perhiasan berbalut dengan emas, maka harga mulai dari kisaran Rp 400 ribu.
"Untuk tampil gaya, pilih perak atau chrom tembaga berpadu dengan mutiara, sudah sangat cantik. Mutiara tidak kalah kok dengan batu akik," pungkas Ani. (ley/sir/oci)