Tampil Cantik dan Keren Tidak Harus Mahal

TAMPIL cantik dan keren, tidak harus dengan busana super mahal. Sebaliknya kreatif  memilih corak, warna, model dan terakhir merk busana adalah jawabannya. Sebab, mahal tidak berbanding lurus dengan penampilan cantik, ganteng dan keren.
‘’Tidak perlu mahal. Siapapun bisa berpenampilan cantik dan keren hanya mengenakan busana dengan harga terjangkau,’’ papar Imelda Like, Fashion Director Matahari Departemen Store (MDS) Tbk., kepada MP di Tunjungan Plaza, akhir pekan kemarin.
Secara panjang lebar, Imelda lantas memaparkan manivestasi kekuatan 134 store (toko) yang dimiliki MDS di 65 daerah di Indonesia. Salah satunya termasuk MDS Tunjungan Plaza yang masuk kategori terbesar kedua di Indonesia setelah MDS Metropolitan Mall Bekasi.

Menurut Imelda, Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia bagi MDS sangat perlu diberi perhatian khusus. Apalagi, pangsa pasar kelas menengah di Surabaya atau Jatim pada umumnya, potensinya cukup tinggi.
Dengan kekuatan 1.200 vendor (supplier), lanjut dia, MDS berusaha terus meyakinkan masyarakat Surabaya kalau koleksi busananya selalu update. Apalagi didalamnya ada banyak branding-branding terkenal tetapi harganya terjangkau.
‘’Tidak hanya busana. Tapi MDS juga menyuguhkan aksesoris dan kebutuhan lain yang juga bagus-bagus. Sekarang ini, kami hanya menampilkan sebagian kecil koleksi busana MDS. Hanya 34 busana,’’ kata Imelda usai menyaksikan fashion show yang diikuti MDS dalam rangka Surabaya Fashion Parade.
Imelda, yang malam itu mengenakan stelan busana warna emas dipadu kalung dan aneka aksesoris ini menyebutkan, MDS akan terus melakukan even sejenis di berbagai daerah di Indonesia. Meski even di Surabaya baru kali pertama digelar, tetapi dirinya merasa puas karena antusias warga Surabaya begitu tinggi.
‘’Tadi lihat sendiri kan, penonton begitu antusias melihat penampilan para model memamerkan 34 koleksi busana MDS. Mereka (warga Surabaya) bisa langsung mendapatkan busana yang ditampilkan di sini (MDS Tunjungan Plaza),’’ paparnya.
Sementara itu dari data, yang dihimpun MP menunjukkan, total penjualan MDS yang dicatatkan di lantai bursa dengan kode LPPF ini, pada triwulan pertama 2015 mencapai Rp 2,881 miliar. Raihan ini naik 7,6 persen dibanding omset penjualan triwulan pertama tahun lalu yang hanya Rp 2,677 miliar.
Prestasi ini didukung dengan pertumbuhan penjualan toko yang sama (same store sales growth) sebesar 5,4 persen. Dari hasil itu pula, otomatis mengerek laba bersih MDS menjadi Rp 1,619 miliar atau naik 9,4 persen dibanding kuartal pertama 2014 sebesar Rp 1,480 miliar.
Kinerja kuartal pertama ini sangat cocok dengan pangsa pasar kelas medium, yang dipaparkan Imelda. Karena tengah terjadi penurunan secara luas atas kegiatan konsumen di kuartal pertama 2015.
Di sisi lain, total penjualan MDS selama 2014 tercatat sebesar Rp 14,4 triliun. Hasil ini naik cukup tajam dibanding penjualan 2013 yang hanya Rp 12,7 triliun. ‘’Kami optimis prospek penjualan kami tahun ini. Namun melihat kondisi perekonomian saat ini kami tetap harus waspada,’’ ujar Michael Remsen, CEO dan Vice President Director Perseroan. (HARY SANTOS