Kurs Dollar Tinggi Dongkrak Wisata Lokal

MALANG – Kurs Rupiah yang masih terus melemah terhadap dolar Amerika hingga kuartal pertama 2015 ini, turut mempengaruhi minat masyarakat untuk berlibur. Angka liburan ke luar negeri cenderung berkurang, sementara permintaan dari wisatawan untuk berlibur di Malang Raya dan Jawa Timur justru meningkat.
Owner QA Holiday Tour and Travel, Kiky Andika mengatakan, trend liburan ke luar negeri mulai berkurang untuk semester pertama tahun ini. Di tempat ini, permintaan wisata ke luar yang laris sepanjang tahun lalu, justru berkurang di tahun ini.
“Tahun lalu banyak sekali permintaan perjalanan wisata ke Singapura, Hongkong, hingga Tiongkok. Namun untuk tahun ini, tren ini mulai berubah,” katanya.
Menurut dia, reservasi dari customernya hingga Juni mendatang sudah bermunculan, namun didominasi perjalanan lokal. Misalnya ke Madura, Batu dan beberapa kawasan pantai di Malang Selatan. “Untuk warga lokal, tahun ini masih banyak yang menahan diri. Kalaupun ada, permintaan perjalanan ke Madura hingga Karimun Jawa,” ujar dia.
Berbeda dengan tahun lalu, sesuai dengan pengakuan dia, wisata lokal baru menanjak ketika akhir tahun. Sementara, untuk libur sekolah banyak yang ke kawasan Asia dan Eropa, periode Mei hingga Juli.
“Tahun ini reservasi ke luar negeri menurun, hampir 50 persen. Banyak faktor, termasuk harga yang semakin mahal. Kurs Rupiah lemah, tiket mahal. Sebab, budget meningkat sekitar 50 persen untuk perjalanan luar negeri,” tambahnya.
Perempuan ramah ini menjelaskan, untuk semester pertama ini, QA Holiday seakan sukses mempromosikan wisata Jawa Timur dan Malang Raya. Pasalnya, permintaan meningkat lebih dari dua kali lipat ketimbang periode yang sama tahun 2014. Wisatawan dari Papua, Kalimantan dan Jakarta banyak yang meminta ke Batu dan Pantai Bolu-bolu.
“Ada juga yang ingin melihat Suramadu. Tetapi, kawasan Batu juga menarik perhatian, dengan adanya Museum Angkut dan Eco Green Park. Setelah itu, baru mereka mencari wisata alam,” urai Kiky panjang lebar.
Terpisah, Ticketing Misama Gataria Tour, Fitria Nabilla menuturkan, Mei ini sudah banyak permintaan perjalanan wisata. Terutama, ke Bromo dan Batu. Diakui dia, sepanjang tahun Bromo selalu menjadi pilihan utama.
“Untuk wisatawan dari luar kota, banyak yang percaya liburan ke Bromo melalui kami. Tahun ini masih berlaku,” terang dia.
Menurutnya, progress permintaan perjalanan wisata ke Kota Wisata Batu, untuk tahun ini juga meningkat. Selain itu, kawasan pantai yang baru dikenal di Malang Selatan, seperti Bolu-bolu, Tiga Warna dan Kondang Merak, kini menjadi daya tarik customer. “Wisata lokal memang sedang naik daun saat ini,” tegasnya. (ley/oci)