Diserbu Pengunjung, Terima 159 Usulan Lokasi

SURABAYA – Minat masyarakat berwaralaba (franchise) minimarket Alfamart cukup tinggi. Hal itu tercermin dari jumlah pengunjung yang mendatangi booth  PT  Sumber  Alfaria  Trijaya  Tbk (pemilik jaringan Alfamart  dan  Alfamidi)  dalam rangkaian Pameran Franchise 2015.
Selama pameran di The Square Ballroom ICBC Center Jalan Basuki Rahmat 16-18 Surabaya, (8-10/5/15), lebih dari 500 orang datang ke booth dan 159 di antaranya mengusulkan lokasi untuk berwaralaba Alfamart.
“Nanti semuanya akan disurvey oleh tim Alfamart soal kelayakannya untuk dibuka toko Alfamart,'' kata Regional Corcom Manager PT SAT, M Faruq Asrori, kemarin.
Dia menyebutkan, awalnya Alfamart hanya menargetkan 100 usulan lokasi dari calon untuk franchisee (pembeli waralaba) yang datang dalam pameran tersebut. Namun pada hari kedua pameran, jumlah usulan lokasi yang masuk mencapai 98. ''Akhirnya kami revisi target dan jumlah usulan masuk selama tiga hari pameran cukup besar, yakni 159 tempat,'' bebernya.
Sebelumnya pameran franchise Alfamart di Manado tanggal 1-3 Mei 2015 juga mendapat sambutan yang besar dari masyarakat. ''Selama tiga hari usulan lokasi franchise sedikitnya 84. Perinciannya hari pertama 11 lokasi, hari kedua 15 lokasi dan hari ketiga paling banyak 58 lokasi,'' tukasnya.
Franchise  Marketing  GM  Alfamart  Tomy Sugianto mengatakan, awal tahun ini Alfamart mengikuti  setidaknya  Pameran Franchise di 5 kota besar yakni di Bandung, Medan, Manado, Surabaya, dan Jakarta.
"Melalui  pameran  di lima kota tersebut, kami berharap terdapat penambahan minimal 100 gerai  baru Alfamart dengan konsep waralaba," kata Tomy.
Dia menambahkan, pada pameran franchise pertama di Bandung terdapat 79 usulan lokasi  atau pengajuan baru dengan konsep waralaba, sedangkan di Medan terdapat 27 ulok. Semuanya kini sedang dalam proses survey kelayakan, dan tidak semua usulan tersebut akan disetujui.
Saat  ini,  gerai Alfamart secara nasional per Desember 2014 tercatat 9.649 toko dengan rincian 6.782 toko berstatus reguler atau yang dikelola sendiri oleh perusahaan dan 2.862 toko berstatus waralaba.
Jumlah  ini  akan terus bertambah seiring dengan ekspansi perusahaan. Fokus ekspansi saat ini adalah luar Jawa. "Meskipun  pertumbuhan  ekonomi  nasional di 2014 hanya sebesar 5,1 persen, tidak  sebesar  tahun-tahun  sebelumnya,  tapi  kami  optimistis  daya beli investor terhadap bisnis waralaba masih tinggi," yakinnya.
Pada setiap Pameran Franchise yang diikuti oleh Alfamart, tak hanya diikuti puluhan  perusahaan  waralaba lokal dan nasional yang terkemuka, masyarakat juga  bisa  berkonsultasi  serta mengikuti seminar tentang tips memilih bisnis waralaba yang prospektif dan sesuai budget.
“Dalam tiap pameran di tiap kota tersebut, ada diskon sebesar 50 persen untuk franchise fee untuk franchisee. Franchise fee ini normalnya Rp 45 juta dan dibayarkan tiap lima tahun sekali,” imbuhnya.(*/han)