Koleksi Lebih Santai dan Kasual

Nama Najua Yanti dikenal sebagai desainer busana muslim dengan rancangan yang elegan melalui label yang sama dengan namanya, Najua. Dengan sentuhan ornamen sederhana namun tetap terkesan feminin, koleksi yang dikeluarkannya lebih tepat dikenakan untuk menghadiri pesta atau acara formal lainnya.
Atas desakan para pelanggan setianya, wanita kelahiran 15 Agustus 1972 ini banyak mendapatkan permintaan untuk membuat busana muslim yang kasual dan dapat dikenakan sehari-hari. Desakan itulah yang membuatnya berpikir untuk merilis busana anyar dengan gaya yang lebih santai dan kasual.
"Banyak yang bilang ke aku, 'Mba bikin dong baju yang kira-kira bisa dipakai ke kantor atau untuk antar anak sekolah'. Karena banyak yang minta, aku jadi berpikir untuk membuat second line," tutur Najua.
Diperlukan waktu sekitar lima tahun untuk mempersiapkan label terbarunya. Ia tidak mau terburu-buru karena ingin mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Akhirnya di tahun 2010 silam, terciptalah lini busana kedua yang diberi nama Bellabaric.
Nama yang diambilnya ini merupakan perpaduan dari dua bahasa, yakni Italia dan Arab. Bella dalam bahasa Italia berarti 'cantik', sedangkan baric adalah bahasa arab yang berarti barokah. Ibu tiga anak ini berharap, label keduanya ini bisa membuat para pembelinya merasa cantik dan usaha yang dijalankannya mendatangkan rezeki.
Koleksi busana yang ditawarkannya terdiri dari beberapa pilihan mulai dari blus, rok, jaket, rompi dan kardigan yang didesain lebih sederhana. Namun yang membedakan dengan label pertamanya, pilihan palet berwarna terang dan berani seperti fuschia, hijau toska dan merah sangat mendominasi rancangannya. Hal ini sangat kontras dengan rangkaian warna pada label Najua yang lebih lembut seperti putih atau pink muda.
Untuk bahannya, Najua memilih material yang tidak terlalu berat saat dikenakan. Bahan-bahan seperti katun atau sifon menjadi pilihan utama dalam busana ini. Terdapat pulau detail pelengkap yang tidak terlalu ramai dan motif-motif seperti garis vertikal serta houndstooth.
"Jadi kalau diartikan, bisa dibilang Bellabaric itu terjemahan bentuk sederhananya Najua. Otomatis harganya juga menyesuaikan," jelasnya lagi. Harga yang ditawarkan dalam label Bellabaric cukup terjangkau, dimulai dari Rp 225 ribu untuk rompi serta dress panjang, hinggal Rp 575 ribu untuk jaket dan kardigan.
Saat pertama dirilis ke pasaran, di luar dugaannya, ternyata Bellabaric mendapat tanggapan yang cukup bagus. Desainer yang hobi travelling ini menceritakan, ia hanya memproduksi sekitar 100 potong pakaian di bulan pertama. Seiring dengan banyaknya permintaan, di bulan berikutnya meningkat hingga 300 potong dan di bulan ke-empat merangkak naik hingga ia mampu memproduksi sekitar 700 potong pakaian.
"Padahal aku hanya bikin 12 model pakaian saja, hanya warnanya berbeda-beda. Alhamdulillah karena makin banyak peminatnya, di bulan ke-empat aku bikin sekitar 36 model dan warna. Itu bisa dikembangkan lagi jadi 72 model," lanjut Najua.
Memproduksi pakaian sebanyak itu, desainer yang tergabung dalam APPMI ini tidak merasa kewalahan. Ia memiliki beberapa divisi yang mengurusi semuanya, mulai dari bagian kreatif, operasional, administrasi, hingga pemasaran. Meski jumlahnya pegawainya tidak terlalu banyak, yang penting tugas dan deskripsi pekerjaannya jelas.

Di akhir perbincangan, Najua berharap label Bellabaric bisa semakin dikenal dikhalayak luas dan peminat yang berdatangan semakin banyak. Ia juga ingin bisa terus berkreasi dengan desain yang dibuatnya dan berharap semoga Bellabaric bisa menembus pasar internasional. (wlp/han)