Sebulan Raup Keuntungan Rp 45 Juta

MALANG – Banyak penggemar durian yang rela memakan buah beraroma kuat ini dengan melupakan konsekuensinya. Pasar yang cukup besar ini pun dimanfaatkan Yuli Effendi dengan membuat ragam inovasi menu berbahan dasar durian.  
Menggunakan mobil VW Combi berwarna kuning, Stand Duren menyajikan minuman, ketan, dan roti panggang yang dikombinasikan dengan berbagai jenis topping dan campuran buah durian yang siap mengundang selera makan para penikmat durian.
“Buah durian yang menjadi bahan baku utama pembuatan menu-menu di Stand Duren ini, saya pesan langsung dari Medan. Durian Medan memiki tekstur daging yang lebih lembut dan rasanya manis. Jadi  kualitas makanan dan minuman bisa terjaga,” ujar owner Stand Duren ini.
Stand Duren memiliki banyak variasi menu di antaranya berbagai macam es, ketan dan roti bakar. Namun dari semuanya, Yuli mengakui es dual core merupakan salah satu menu favorit yang banyak dipesan pelanggan. Es dual core yang dibandrol Rp 16 ribu ini merupakan es dengan campuran buble, buah durian, dan parutan kelapa muda yang dipadukan dengan kuah dari jus alpukat. Konsumen dapat pula mengganti kuah tersebut dengan cokelat sesuai dengan selera masing-masing.
Untuk menu ketan, Stand Duren menyajikan ketan bakar dan ketan telor madu dengan harga cukup terjangkau, Rp 6000- Rp 12 ribu.  Tak hanya itu, konsumen juga dapat menikmati STMJ yang dikombinasikan dengan durian seharga Rp 17 ribu.
“Saya memang sengaja memberikan banyak variasi menu, supaya pelanggan puas menikmati sajian yang kami sediakan. Kota Malang dikenal sebagai kota wisata, oleh sebab itu saya ingin mereka tidak kecewa setelah menikmati hidangan di Stand Duren karena rata-rata pengunjung kami wisatawan dari luar kota,” ujarnya pada Malang Post.
Dalam sebulan, Yuli Effendi mampu meraup keuntungan Rp 40 juta sampai Rp 45 juta per bulan dari tiga cabang Stand Duren yang ada di Jalan Sudiro selatan alun-alun Batu dan di Sengkaling Food Festival.
“Saya benar-benar menjaga kualitas semua menu di Stand Duren ini. Motto kami adalah Jual Rasa dengan Rasa. Jadi kenikmatan es, ketan, roti bakar, jus, dan STMJ di sini harus mampu memuaskan lidah para pelanggan agar menu kami tidak sekadar laku melainkan mampu membuat pelanggan menjadi jatuh hati untuk kembali lagi ke tempat kami,” tegasnya. (mg9/han)