Targetkan Pengembalian SPT 72,5 Persen

MALANG – Tingkat kepatuhan masyarakat untuk membayar pajak di area Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jatim III meningkat di tahun ini. Hal ini dibuktikan dengan tingkat kepatuhan pengembalian Surat Pemberitahuan (SPT) dari masyarakat yang telah mencapai 54,24 persen hingga akhir kuartal I/2015 lalu.
Pengembalian ini jauh lebih baik ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya, tingkat pengembalian SPT masih mencapai 36 persen. “Kesadaran Wajib Pajak (WP) terus meningkat. Selama kuartal pertama, naik 18,24 persen,” ujar Kepala Kanwil DJP Jatim III, Budi Susanto.
Dia menyebutkan, angka tersebut menjadi catatan yang bagus dan DJP Jatim III optimis melampaui target 2015. Selama tahun ini, target pengembalian SPT sebesar 72,5 persen dari WP wajib SPT. “Pengembalian SPT berarti pula ada peningkatan penerimaan pajak. Bila lebih dari target, maka jumlah penerimaan pajak jauh lebih besar juga,” sebut dia.
Budi menuturkan, untuk tahun ini, WP wajib SPT mencapai 923.640 orang. Sementara, WP terdaftar mencapai 1.459.467, baik dari badan maupun perorangan. Bila dibandingkan dengan tahun lalu, terdapat peninggkatan WP sebanyak 1.333.000 WP.
“Melihat angka WP yang meningkat, kesadaran pasti bertumbuh pula. Meskipun di tahun ini kondisi perekonomian kurang bagus,” tuturnya.
Dia menyebutkan, mengacu target kuartal I/2015, maka penerimaan sudah mencapai 95 persen. Penerimaan sebesar itu berarti meningkat 50,32 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 13 triliun. Menurutnya, angka diprediksi akan meningkat dengan adanya kebijakan pembinaan dari Ditjen Pajak.
Di tahun ini, berlaku tahun pembinaan Wajib Pajak, yang memungkinkan WP tidak membayar sanksi denda. “Penghapusan sanksi administrasi berupa bunga pelaporan atas pembayaran dan pelaporan pajak berlaku hingga akhir Desember 2015,” tegas dia.
DJP memberikan kesempatan seluas-luasnya dan mendorng WP untuk mendaftarkan diri demi mendapatkan NPWP, penyampaian SPT, membetulkan SPT serta melakukan pembayaran pajak. Melalui kebijakan tersebut, dia berharap, target penerimaan Rp21,4 triliun dapat tercapai.
Untuk saat ini, secara keseluruhan sektor penyumbang terbesar penerimaan pajak di Kanwil DJP Jatim III berasal dari industri pengolahan sebesar 40 persen, dan rokok mencapai 30 persen,. Selanjutnya lembaga keuangan, belanja pemerintah, konstruksi, serta perdagangan. Sedangkan daerah-daerah yang potensial menyumbang pajak bersamaan dengan perkembangan industri, terutama industri wisata, antara lain Batu, Banyuwangi, dan Kediri. (ley/han)