Antusiasme Pengunjung untuk Belajar Membatik Kian Tinggi

MALANG – Batik Tulis Celaket menyiapkan satu outlet baru untuk mewadahi antusias pengunjung yang ingin belajar akan batik tulis khas Malang. Target dalam waktu satu bulan, outlet ini segera beroperasi, dengan tempat yang lebih luas ketimbang sebelumnya.
“Bulan depan sudah harus pindah ke outlet baru , terutama untuk display koleksi batik kami yang semakin banyak. Secara bertahap semua akan berpusat di tempat baru,” ujar Owner Batik Tulis Celaket, Ira Hartanti, di sela-sela menemani kunjungan Finalis Putri Kartini 2015, Minggu (17/5/15) kemarin.
Menurut dia, antusias pengunjung untuk belajar batik tulis semakin besar. Hampir setiap pekan, Batik Tulis Celaket menerima tamu, baik dari dalam maupun luar negeri. Semakin hari, yang berkunjung pun tidak hanya 3-5 orang, namun rombongan dalam jumlah besar. Alhasil, bila mesti belajar dalam area yang sempit terasa kurang nyaman.
“Ya memang yang ingin belajar proses membatik terus bertambah. Bila datang hanya satu atau dua orang sih tidak masalah, tetapi ketika yang datang grup, area produksinya terasa kurang,” jelas dia kepada Malang Post.
Dia mengakui, untuk saat ini Batik Tulis Celaket menjadi jujukan paling mudah bagi mahasiswa. Selain itu, outlet yang berada di Gang 2 Celaket 71B ini kerap didatangi oleh wisatawan mancanegara. “Ada beberapa biro perjalanan wisata yang membawa tamunya untuk belajar membatik ke tempat ini. Makanya, kami mempercepat pengerjaan outlet baru,” tambahnya.
Outlet baru  yang memiliki ukuran empat kali lebih besar ini, akan dimanfaatkan sebagai lokasi produksi sekaligus memajang semua karya Batik Tulis Celaket. Pengunjung bisa langsung membeli koleksi yang ready stock ataupun dengan memesan terlebih dulu di outlet.
Kini, Batik Tulis Celaket memiliki empat pegawai reguler yang berada di outlet untuk memproduksi. Tidak ada target kuantitas dalam produksi, pasalnya yang diinginkan merupakan karya batik yang khas dan memiliki karakter. “Dalam sepekan, bisa jadi satu perajin hanya membuat dua lembar kain batik. Tetapi harus benar khas dan dikenali sebagai Batik Celaket,” beber dia.
Menurutnya, Batik Tulis Celaket yang dikembangkan bersama sang suami, Hanan Djalil ini memiliki ciri khas singo dan Makobu (Malang Kota Bunga). Sehingga, sebagian besar motif pun bunga dan kepala singa. “Terutama bagi mereka yang belajar, pasti kami ajarkan untuk membatik dengan motif Makobu,” tegasnya.
Dia menambahkan, batik produksinya juga memiliki ciri khas pada warna. Sebagian besar yang diproduksi menggunakan warna cerah dan berani, berbeda dengan batik produksi di kawasan Jawa Tengah. Menurut Ira, dengan warna cerah dan dianggap modern, penggemar Batik Tulis Celaket pun ditarget lebih luas. Tidak hanya orang dewasa saja, namun anak-anak hingga pemuda sudah percaya diri memakai batik tulis. (ley/han)