BI Rate Ditahan 7,5 Persen, IHSG Menguat 31 Poin

MALANG POST - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 31 poin setelah tingkat suku bunga acuan (BI Rate) ditahan di 7,5%. Investor domestik langsung berburu saham. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 13.130 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di posisi Rp 13.135 per dolar AS.

Mengawali perdagangan kemarin pagi, IHSG menipis 0,907 poin (0,02%) ke level 5.236,904 dan akhirnya naik ke zona hijau secara perlahan. Investor asing mulai berburu saham. Investor sempat asing mulai berbalik arah dan lakukan aksi beli pagi tadi. Namun sayangnya penguatan Indeks hanya bertahan sebentar.
Pada penutupan perdagangan, IHSG turun tipis 5,153 poin (0,10%) ke level 5.232,658. Dana asing kembali mengalir ke luar lantai bursa. Saham-saham konsumer jatuh cukup dalam terkena aksi jual. Indeks sempat jatuh ke titik terendahnya kemarin di 5.219,568.

Indeks kembali balik arah ke zona hijau setelah BI mengumumkan suku bunga acuan ditahan di 7,5%. Posisi BI Rate itu merupakan yang tertinggi di antara bunga negara kawasan
Mengakhiri perdagangan, Selasa (18/5/2015), IHSG ditutup menanjak 31,56 poin (0,60%) ke level 5.269,371. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 6,577 poin (0,72%) ke level 915,701.
Saham-saham komoditas dan aneka industri menanjak cukup tinggi. Investor domestik yang sekarang semangat belanja saham. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 429,252 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 235.996 kali dengan volume 6,55 miliar lembar saham senilai Rp 6,22 triliun. Sebanyak 140 saham naik, 141 turun, dan 108 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan sore kemarin dengan mixed cenderung menguat. Pelaku pasar regional memburu saham-saham yang sudah terkoreksi pagi tadi. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Taisho (SQBI) naik Rp 15.000 ke Rp 305.000, Merck (MERK) naik Rp 4.800 ke Rp 144.800, Astra Agro (AALI) naik Rp 950 ke Rp 27.225, dan Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 825 ke Rp 24.625.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 100 ke Rp 14.900, Bayan (BYAN) turun Rp 100 ke Rp 7.800, Alakasa (ALKA) turun Rp 100 ke Rp 410, dan Tigaraksa (TGKA) turun Rp 100 ke Rp 4.650.(dtc/han)