Salon Perawatan Khusus Para Pria

Penampilan tidak dipungkiri merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Jika wanita biasa merawat diri di salon, pria dapat pergi ke barbershop. Bisnis ini sekilas terlihat sepele, namun Richdjoe melihat barbershop merupakan bisnis yang sangat menguntungkan.
“Awalnya dulu saya customer salah satu Barbershop di Jakarta, trus karena saya baru pindah di Malang kira-kira bulan Januari tahun ini, saya kesulitan buat cari barbershop yang bagus. Akhirnya, yaaa..saya dirikan Richdjoe Barbershop ini,” ungkap pria yang sering disapa Djoe ini.
Meski baru dibuka Februari 2015 ini, Richdjoe Barbershop terlihat selalu dipenuhi pelanggan yang rela mengantre di dalam maupun di luar ruangan. Padahal barbershop di Jalan Coklat 1 ini dibuka dari jam 10 pagi hingga 9 malam.
 “Kebetulan waktu itu survey dan muter-muter Kota Malang, alhamdulillah dapat lokasi disini yang kebetulan dekat dengan lampu merah. Jadi, pas orang-orang berhenti mereka bisa lihat barbershop ini dan sekalian mampir,” pria kelahiran 3 Desember 1979 ini.
Dengan modal awal kurang dari Rp 100 juta, Djoe membuka barbershopnya bersama sang isteri dan berencana membuka cabang keduanya di Malang. Bedanya, untuk cabang kedua ini, dilengkapi dengan coffee shop yang rencananya akan dinamai dengan Kopi Kayu.
“Mungkin bulan depan kita akan buka cabang kedua, karena ini lagi renovasi. Lokasinya di Jalan Sigura-gura bersebelahan dengan kampus ITN. Di sana rencananya kita akan buat coffee shop di lantai dua, jadi customer yang sedang menunggu bisa bersantai-santai atau ngopi-ngopi di atas dulu,” tambahnya.
Terdapat beberapa pelayanan yang ditawarkan di Barbershop  ini, di antaranya dry-cut, shaving dan pomping. Untuk dry-cut , rambut Anda akan di potong kemudian diberi handuk hangat dan pomade khusus buatan Richdjoe sembari kepala dipijat. Lalu, ada shaving. Dalam perawatan jenis ini, jenggot dan kumis Anda akan dirapikan ataupun dicukur sesuai dengan permintaan. Sedangkan pomping, yaitu pelayanan yang diberikan secara free of charge ketika Anda akan menghadiri suatu acara atau undangan dan kesulitan untuk merapikan rambut. Kesemua layanan ini dipatok dengan harga Rp 30 ribu saja.
Ia saat ini bisa membukukan omzet hingga Rp 15 juta dibantu lima karyawan. Uniknya sebagian besar karyawannya bertato. “Salah satu tujuan lain dari barbershop ini adalah membantu teman-teman komunitas bertato atau tinggal di jalanan, yang ingin hidup produktif, saya bisa bantu mereka dengan saya ajari gimana cara memotong rambut, melayani customer. Karena mereka kan pasti kesulitan untuk bekerja di kantor. Jadi, dengan ini mereka bisa dapat penghasilan. Intinya saling membantu antar sesama lah,” urainya panjang lebar. (mg8/han)