Minuman Herbal, Sebulan Untung Rp 50 Juta

MALANG - Tanaman toga dapat dimanfaatkan  sebagai obat herbal untuk mengobati berbagai jenis penyakit kronis dan menjaga daya tahan tubuh manusia. Tanaman toga yang diolah dengan baik akan menghasilkan peluang usaha yang menjanjikan sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar.
Wiwik Sudiyono merupakan salah satu yang mencoba berinovasi dengan membuat minuman instan berbahan dasar tanaman toga. Tahun 1998, ia memberanikan diri untuk bereksperimen dengan membuat bubuk minuman dari bahan dasar jahe, kunyit putih, kunci sirih, kunyit asam, dan lain-lain. Kala itu, modal awal yang digunakan untuk membeli bahan-bahan itu  sebesar Rp 50 ribu.
“Dulu, tahun 1998 harga bahan baku sangat murah. Saya ingat betul, untuk membeli jahe saja hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 1.500 per kilogram, sedangkan gula hanya seharga Rp. 2.000 per kg. Selain itu saya juga membeli plastik pembungkus dan timbangan. Kalau ditotal kurang lebih saya hanya mengeluarkan modal Rp 50 ribu saja,” ungkap Wiwik pada Malang Post.
Seiring berjalannya waktu, ia mendapat bantuan modal dari bank sehingga ia dapat membesarkan usaha minuman kesehatan instant yang diberi merek DIA dan terus berkembang hingga sekarang. Tidak tanggung-tanggung, dalam sebulan, industri rumahan ini mampu meraup untung hingga Rp 40 juta sampai Rp 50 juta.
Ia mampu membukukan keuntungan itu sebab variasi minuman instan yang ia tawarkan juga beragam. Tercatat ada 12 produk minuman instan kesehatan yang diproduksinya, mulai dari jahe instan, kunyit putih, satru asam, temulawak, kunci sirih, mengkudu, kunyit asam, beras kencur, lidah buaya, jahe instan plus, mengkudu plus, dan manisan sirsak. Tidak hanya itu saja, minuman kesehatan istan DIA kini memiliki varian baru yaitu jahe secang instan dan memasarkan pula beraneka jenis permen buah yang kini diminati pasar.
“Salah satu produk favorit minuman kesehatan instant DIA adalah jahe instan dan lidah buaya. Kedua produk tersebut sangat disukai pasaran saat ini,” tuturnya.
Minuman kesehatan instant DIA telah dipasarkan secara nasional lewat agen-agen dan beberapa supermarket lokal. Selain itu untuk semakin memperkenalkan produk minuman kesehatan instant DIA kepada masyarakat umum, Wiwik turut aktif pula mengikuti seminar, pameran, pelatihan, dan memasarkan produknya ke beberapa pusat oleh-oleh yang ada di Kota Malang.
Di tengah persaingan produk herbal yang ada di pasaran, minuman kesehatan instant DIA merupakan salah satu UKM yang masih kokoh bertahan hingga saat ini. Banyak dari beberapa pengusaha pada akhirnya gulung tikar akibat tidak mampu bersaing dengan produk kesehatan yang lebih mutakhir.
“Saya selalu percaya bahwa minuman herbal yang saya produksi dapat bersaing di zaman modern seperti sekarang ini. Minuman kesehatan instant DIA diproduksi dengan higienis tanpa bahan pengawet dan pemanis buatan. Selain itu produk kami hanya bertahan selama 1 tahun saja. Jadi sangat aman untuk dikonsumsi setiap hari bagi para konsumen,” ungkap wanita berumur 52 tahun ini.(mg9/han)