Minim Saingan Keuntungan Menjanjikan

MALANG - Food Truck menjadi tren baru dalam dunia bisnis kuliner masa kini. Dengan harga makanan yang terjangkau, praktis dan memiliki kemasan yang khas, food truck mampu memikat para pecinta kuliner yang menggemari jajanan di pinggir jalan dengan nuansa lain.
Food truck yang lebih dahulu populer di Amerika kini semakin populer di Kota Malang. Banyak pengusaha makanan cepat saji yang menggunakan konsep ini untuk menawarkan menu yang mereka jajakan. Salah satunya Suludiono yang mengandalkan menu khas Italia, zuppa soup, macaroni schotel, dan salad buah.
“Saya memang sengaja menjadikan makanan Italia sebagai menu utama di Food Truck ini. Seringkali orang menilai makanan Italia harganya mahal. Oleh sebab itu, saya ingin mengubah pemikiran mereka. Kini konsumen dapat menikmati zuppa soup dan macaroni schotel hanya dengan harga Rp 8.000 saja,” ujar Suludiono.
Ide awal pembuatan konsep food truck yang ia jalankan ini, pria berusia 39 tahun itu menceritakan segalanya bermula saat dia berada di Solo. “Awalnya saya berkunjung ke rumah saudara di daerah Solo. Saya perhatikan banyak sekali food truck di pinggiran jalan yang menjual aneka makanan dan cukup laris diserbu pelanggan. Saya pikir mengapa tidak saya buka bisnis dengan konsep ini di Malang karena peluang bisnis ini menjanjikan dan masih minim saingan,” paparnya pada Malang Post.
Food Truck milik Suludiono biasanya berada di kawasan Jalan Besar Ijen. “Alhamdulillan rata-rata dari pelanggan saya terkesan dengan ide food truck saya karena yang mereka tahu konsep ini hanya ada di luar negeri. Biasanya kurang dari 3 jam menu-menu kami sudah ludes dibeli para pelanggan,” bebernya.
Untuk menjaga kualitas menu, Suludiono selalu membawa oven yang diletakkan di dekat food truck, sehingga pelanggan dapat menikmati makanan pesanannya dalam keadaan hangat sekaligus bisa melihat proses pembuatanan menu yang hendak dihidangkan.
“Pada dasarnya food truck memang memiliki konsep dapur bergerak. Kendaraan didesain memiliki dapur sekaligus kios yang bisa berpindah-pindah. Karena saya mengangkat konsep makanan Italia, untuk itu saya selalu memabawa oven untuk menjaga kualitas menu yang saya sediakan untuk tetap hangat dan enak ketika disantap,” paparnya.
Menurutnya, konsep food truck sangat menguntungkan dari sisi bisnis. Biaya produksi terbilang lebih murah bila dibandingkan dengan menyewa bangunan atau toko untuk berjualan. Selain itu, pemasarannya lebih dinamis, kapan saja food truck dapat berpindah tempat untuk mencari pelanggan sehingga menu yang ditawarkannya pun lekas habis. (mg9/han)