Liburan, Inflasi Kota Malang 0,45 Persen

MALANG – Tarif transportasi udara yang naik saat musim liburan sekolah dan long weekend yang terjadi beberapa kali sepanjang Mei lalu turut mempengaruhi angka inflasi di Kota Malang. Selain itu, permintaan telur ayam ras yang tinggi jelang puasa dan lebaran memberikan pengaruh pada laju inflasi mencapai 0,45 persen. Inflasi berada di posisi ketiga dari delapan kota di Jawa Timur sebagai acuan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, M. Sarjan mengatakan, posisi Kota Malang masih di bawah Banyuwangi dan Probolinggo  yang mencatatkan laju inflasi mencapai 0,55 persen dan 0,46 persen di Mei lalu. “Bulan lalu semua kota di Jatim mengalami inflasi. Tetapi Kota Malang sudah tidak tertinggi layaknya April lalu,” katanya.
Setelah Kota Malang, berturut-turut inflasi diikuti Sumenep dengan 0,43 persen, Surabaya sebesar 0,43 persen, Jember dengan angka 0,39 persen, dan Madiun sebesar 0,34 persen. Kota Kediri mencatat sebagai wilayah yang paling rendah angka inflasinya hanya sebesar 0,21 persen.
Menurut dia, laju inflasi di bulan lalu terpengaruh liburan sekolah yang menyebabkan kenaikan tarif transportasi udara. Tingginya permintaan tiket membuat tarif lebih tinggi ketimbang beberapa minggu sebelumnya. Kenaikan juga terjadi untuk tarif masuk ke tempat rekreasi dan pembelakuan Perda kenaikan parkir.
“Tarif parkir berada di posisi 10 besar penyumbang inflasi di Kota Malang. Selain itu ada pula cabai merah, daging ayam ras, gula pasir, bawang merah, apel, bawang putih dan perhiasan emas,” urai dia kepada Malang Post.
Sarjan menyebutkan, untuk kebutuhan seperti cabai merah naik di bulan lalu sebab sedang tinggi permintaan namun suplai mulai berkurang. Puncak panen cabai merah medio Maret-April, sehingga untuk Mei lebih sedikit panenan. “Selain itu, komoditas cabai merah produksinya tidak hanya memenuhi Jawa Timur saja. Ketika produksi turun, permintaan tetap, harganya akan naik,” sebutnya.
Telur ayam ras juga turut naik sebesar 8,52 persen disebabkan kenaikan harga pakan ternak seiring pelemahan Rupiah terhadap dollar Amerika. Sementara, telur ayam ras tinggi permintaan jelang puasa, untuk memproduksi makanan ringan dan suplai ke pengusaha kue.
Sementara itu, sepanjang Mei lalu juga terjadi penurunan barang dan jasa yang menghambat laju inflasi. Komoditas tertinggi untuk sektor ini meliputi beras, telepon seluler, besi beton, papaya, melon, udang basah, cabai rawit, mujair, pisang dan minyak goreng.
Dia menyebutkan, tingkat inflasi tahun kalender Mei 2015 sebesar 0,75 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun ketahun (YoY) sebesar 7,08 persen. (ley/han)