Benih bawang merah ini ternyata masih diimpor

MALANG POST - Kementerian Pertanian (Kementan) mengakui bila ada beberapa jenis benih atau bibit tanaman pangan yang masih harus diimpor dari negara lain. Salah satunya adalah bawang merah.
"Hari ini kita masih impor benih bawang merah. Seharusnya kebutuhan benih bisa kita penuhi dari para penangkar benih bawang merah yang kita punya. Kalau kita bisa, kenapa harus impor," ungkap Dirjen Hortikultura Kementan Sputnik Sujono Kamino saat ditemui di Gedung Kementan Ragunan, Jakarta, Rabu (3/6/2015).
Sujono menambahkan, komoditas bawang merah selalu menjadi masalah pemerintah setiap tahun. Sama dengan cabai, bawang merah juga kerap menjadi penyumbang inflasi karena harganya yang naik-turun.
"Komoditas horti paling seksi memang bawang merah dan cabai. Dari segi ekonomisnya, sebetulnya itu peluang dan potensi. Harga bawang merah belakangan ada tren naik bersama-sama kita carikan solusi. Sedang digodok UPSUS (Upaya Khusus) bawang merah dan cabai. Ini PR saya jangka pendek dan selesai pelantikan Pak Menteri sampaikan ke saya tolong jangka pendek selesaikan bawang merah," katanya.
Sementara itu dihubungi secara terpisah Sekjen Asosiasi Bawang Merah Indonesia Ikhwan Arif membenarkan bila Indonesia rutin mengimpor benih bawang merah setiap tahun. Bahkan ia mengklaim rata-rata Indonesia mengimpor benih bawang merah per tahun sebanyak 2.000 ton dengan berbagai alasan.
"Sesuai Permentan (Peraturan Menteri Pertanian), permohonan bibit impor itu kan tujuannya ada 3 yaitu penelitian, pengayaan dan re-ekspor (diekspor kembali). Kalau penelitian saja, masa butuh 2.000 ton. Paling besar untuk pengayaan tapi jangan lari ke konsumsi lagi. Re-ekspor mestinya kalau lebih dari 2.000 ton," tandasnya.(dtc/han)