Ajarkan Pemain Kelola Keuangan dan Investasi

MALANG – Banyak cara dilakukan bank untuk mengenalkan investasi dan keuangan. Termasuk melalu games menarik dan tidak membosankan seperti yang dilakukan oleh PT Bank Negara Indonesia (BNI) dengan BNI Financial Board Game. Baik untuk anak-anak, remaja hingga dewasa atau professional.
Pemimpin Bidang Pembinaan Kantor Layanan BNI Malang, S. Favourita mengatakan, BNI Financial Board Game semakin gencar disosialisasikan tahun ini. “Kami sudah memiliki program sosialisasi yang fun ini sejak tahun lalu. Misalnya ke sekolah-sekolah di Malang Raya,” katanya.
Menurut dia, permainan tersebut sama halnya dengan memberikan financial planning kepada siapapun yang bermain board games. Langkah ini juga bagian dari strategi nasional untuk literasi keuangan kepada masyarakat.
Perempuan yang akrab disapa Ita ini mengatakan, BNI Financial Board Game merupakan inovasi mengatasi permasalahan minimnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pengelolaan dan perencanaan keuangan. Game dirancang menyerupai monopoli yang sesuai kondisi dan produk keuangan yang dimiliki oleh BNI.
“Bukan sekadar permainan biasa. Sebab, pemain bisa belajar bagaimana mengelola keuangan, investasi, asuransi hingga sedekah. Permainan ini juga mempertajam financial knowledge dari pemain,” urai dia kepada Malang Post.
Dia memastikan, bila pemain juga lebih mudah memahami informasi mengenai dunia keuangan, ekonimi makro hingga cara membelanjakan uang. Perbedaan karakter produk keuangan seperti bank, asuransi dan investasi pun diajarkan untuk mengelola kekayaan atau finansial.
Ita menyebutkan, bila BNI Financial Board Games ini terdiri dari tiga versi. Yang pertama Financial Board Games for Kids, BNI Financial Board Game for Teens (untuk remaja dan mahasiswa) dan BNI Financial Board Game for Professional (khusus dewasa).
Sementara itu, sesuai dengan pengakuan perempuan berkerudung ini, bila BNI juga telah menggelar evenT beberapa kali. Games ini dikerjakan di sekolah-sekolah seperti SMKN 1 Malang, SMAN 9 Malang, SMAN 4 Malang maupun perguruan tinggi seperti UIN Malang.
“Seru ketika dimainkan anak-anak atau remaja. Terkadang, mereka terlalu bersemangat sehingga terlalu banyak investasi dan kekayaan bisa habis di tengah permainan,” urai dia panjang lebar.
BNI pun sempat melakukan hal serupa di sela-sela launching Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai), Kamis (4/6/15) lalu di Desa Sukodono, Kecamatan Dampit. Pelajar di desa tersebut diajak berkompetisi, baik yang masih duduk di bangku SMP dan SMA. (ley/han)