Target 81 Agen Pos Hingga Akhir 2015

MALANG – PT Pos Indonesia (Kantor Pos) Cabang Malang terus memaksimalkan pertumbuhan agen pos di 2015. Hingga akhir tahun, Kantor Pos menargetkan 81 agen pos untuk membantu pemasaran dan pelayanan kepada customer di tengah persaingan ketat dengan jasa pengiriman lainnya.
Manager Unit Pelayanan Luar Kantor Pos Malang, Rusdianto mengatakan, agen pos menjadi satu strategi yang sudah dijalankan sejak tahun lalu. “Salah satu cara meningkatkan omzet dengan membuka layanan melalui agen pos yang lebih dekat kepada masyarakat. Akhir 2014 lalu, kami sudah memiliki 57 agen pos di wilayah Malang Raya. Tahun ini, targetnya bertambah 24 agen,” katanya.
Menurut dia, dari target tersebut hingga akhir kuartal pertama tahun ini sudah tercapai 55 persen. Sebanyak 13 agen baru sudah berdiri untuk membantu pelayanan kepada customer, terutama di wilayah yang belum terdapat cabang Kantor Pos. “Minimal memiliki jarak 1 km dari cabang maupun agen lain. Namun untuk saat ini, masih sangat jauh juga jaraknya,” beber dia kepada Malang Post.
Secara kuantitas transaksi, agen pos hingga akhir kuartal pertama lalu tercatat mencapai 11.652 transaksi. Angka ini bertumbuh 158 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, masih sebanyak 30.091 hingga akhir April. Bila dilihat dari nominal, agen pos di Malang Raya untuk kuartal pertama ini bisa mencatatkan angka transaksi sebesar Rp 847,6 juta. “Tahun lalu, hanya mencapai Rp 300 juta saja,” tegasnya.
Pria yang akrab disapa Rusdi ini menjelaskan, terkait kekurangan 11 agen pos yang kini menjadi tanggungan optimis akan tercapai. Pasalnya, minat untuk menjadi agen pos ini terhitung tinggi pula. Saat ini, diakuinya ada beberapa nama yang sudah mengajukan diri namun masih dalam tahap verifikasi dari Kantor Pos.
Dia menyampaikan, minat masyarakat untuk menjadi agen pos tidak hanya di pusat kota saja. Sebab, wilayah Kabupaten Malang justru menyimpan potensi yang lebih besar untuk perkembangan agen ini. “Di Malang Selatan, jarak antar kecamatan terhitung jauh. Perlu disiasati dengan adanya agen pos, dan masyarakat sendiri yang mesti tanggap bila memang ada peluang,” papar dia panjang lebar.
Menurutnya.  Keuntungan menjadi agen pos yakni mendapatkan keuntungan antara 13-20 persen dari transaksi. Tergantu transaksi yang dilayani, apakah EMS, kilat khusus, Pos Express, perangko hingga paket biasa. “Bila melayani jasa produk unggulan seperti Pos Express, akan mendapatkan 20 persen dari biaya transaksi customer,” tambahnya.
Tidak heran, bila agen pos bisa mendapatkan fee mencapai Rp 11 juta per bulan. Padahal, keagenan ini merupakan pekerjaan sampingan dari sang agen. Untuk wilayah strategis, keuntungan fee minimal antara Rp 3 juta sampai Rp 6 juta per bulan. Agen pos bisa melayani pengiriman paket, surat dan penjualan perangko. “Yang belum bisa pelayanan wesel dan western union,” pungkas dia.(ley/han)