Dana Asing Kurang dari Rp 6 T

MALANG- Koreksi tajam saham gabungan yang memuncak di pekan kedua Juni ini terjadi karena rencana The Fed menaikkan suku bunga acuannya lebih cepat dari jadwal. Faktor yang berujung pada main amannya investor asing dan cenderung kabur ini, patut diwaspadai bagi perkembangan pasar modal yang kian mengurangi minat foreign di bursa efek.
“Terhitung bersejarah memang bulan ini. Dalam sehari bisa menembus Rp 1 triliun angka foreign nett sell-nya,” beber Pengamat Pasar Modal, Kartono.
Angka ini melesat empat kali lipat ketimbang perdagangan sebelumnya. Dana asing yang keluar dari lantai bursa di kisaran Rp 280 miliar. Dia menuturkan, sebenarnya kejadian foreign nett sell ini wajar dalam pasar modal. Hanya saja, jika hal itu terjadi dalam jumlah yang besar patut menjadi perhatian. Tercatat, dana asing kini tersisa di kisaran Rp 5,9 triliun saja. Padahal, akhir tahun lalu jumlahnya 7-8 kali lipat lebih besar.
“Investor seakan kabur ketika melihat penurunan sangat besar terjadi. Tahun lalu kan sudah tembus Rp 40 triliun,” sebutnya.
Menurut dia, kondisi ini mempengaruhi pula investor lokal. Bila dibiarkan, IHSG akan terpuruk dan gagal mencapai titik tertinggi di level 6.000 poin seperti prediksi di awal tahun. (ley/han)