Rebound, Tapi Gagal Tembus 5.000 Poin

MALANG – Pelaku pasar modal tanah air masih harus merasa was-was melihat perkembangan lantai bursa terkini. Pasca koreksi tajam yang terjadi ketika perdagangan Selasa (9/6/15) lalu, technical rebound dinanti untuk membawa lagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level di atas 5.000 poin.
“Hari ini memang sudah terjadi rebound. Koreksi tajam dan anjlok kemarin (Selasa, red) masih membuat investor hati-hati untuk aktif di di lantai bursa,” ujar Head of Sales SucorInvest, Agus Prianto.
Menurutnya, banyak pengamat yang menunggu aksi investor asing yang terus meninggalkan bursa sejak Maret 2015. Malahan, dalam perdagangan Selasa lalu foreign nett sell (asing jual, red) tercatat di angka Rp 1 triliun lebih. Dia menyebutkan, selama Juni ini ancaman koreksi masih membayangi. Hal ini pun terbukti dalam perdagangan kemarin. Harapan agar saham gabungan kembali ke level 5.000 masih tertahan, karena perdagangan ditutup dengan rebound hanya 33 poin ke level 4.933 poin.
“Hari ini capaian tertinggi juga masih level 4.974 poin. Terjadi sesaat sebelum penutupan perdagangan sesi pertama yang akhirnya membawa indek naik 65 poin,” papar dia kepada Malang Post.
Perdagangan kemarin berbanding terbalik dengan sehari sebelumnya. 201 saham emiten naik dan 64 saham turun.  Ringkasan perdagangan kemarin dengan catatan frekuensi transaksi sebanyak 239.800 kali, volume 5,082 miliar lembar saham senilai Rp 5,077 triliun. “Porsinya memang terbalik, tetapi hanya tipis kenaikan nilainya,” tegas dia.
Sesuai dengan prediksi pula, bila saham seperti Astra Agro Lestari dan United Tractor menjadi Top gainers karena diburu investor. Pola ini diakuinya, akan berlaku hingga perdagangan di hari terakhir pekan ini.
Terpisah, Pengamat Pasar Modal, Kartono mengatakan bila sepanjand Juni ini sebaiknya investor lokal benar-benar selektif memilih saham untuk investasi. Peluang koreksi lebih dalam masih bisa terjadi, hingga level psikologis di zona merah di kisaran level 4.550 poin.
“Bagi pemain baru, harus benar-benar konsultasi dengan broker. Malah sekarang banyak yang wait and see,” tegasnya.(ley/han)