Petinggi Apple Temui Mentei Perindustrian

JAKARTA -  Para petinggi Apple yang terdiri dari Vice President of Operation Patrick Murphy, dan Director of Information Technology and Learning Technologies Gordon Shutwik menyambangi kantor Kementerian Perindustrian Jalan Gatot Subroto, Jakarta kemarin sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Begitu datang, mereka langsung masuk ke ruangan Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin.
Berada di dalam ruangan selama kurang lebih 1 jam, rombongan petinggi Apple tersebut tak mau memberikan pernyataan sepatah kata pun kepada wartawan usai pertemuan. Mereka nampak tergesa-gesa menghindari rombongan wartawan yang sudah menunggu.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, kedatangan Apple ke Indonesia khususnya ke Kemenperin adalah untuk mempertanyakan kebijakan penerapan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 30 persen di 2017 untuk semua jenis ponsel yang beredar di Indonesia.
"Mereka datang menanyakan kebijakan local content kita. Kita tahun 2017 ada ketentuan untuk masuk dalam jaringan 4G LTE harus memenuhi local content 30 persen. Mereka menanyakan bagaimana saja (cara) untuk mencapai local content itu. Tadi diskusinya bagaimana upaya local content itu bisa mereka penuhi," tutur Putu di kantor Kementerian Perindustrian, Selasa (16/6/2015).
Putu mengatakan, pemerintah berharap TKDN bukan hanya terpaku pada hardware atau perangkat keras seperti casing, baterai, keypad atau lainnya. Namun juga pada sisi software atau perangkat lunak yang memungkinkan adanya aplikasi bawaan ponsel yang dibuat oleh orang Indonesia.
"Kalau software misalnya banyak dikembangkan anak-anak bangsa ini. Seharusnya perangkat yang berisi software yang dibikin anak Indonesia TKDN-nya lebih tinggi, dari pada perangkat produk yang tidak ada peran anak Indonesia sama sekali," jelasnya.
Pihak Apple mengaku akan mempelajari mengenai kebijakan local content ini. Putu juga mengatakan, Saleh mempertanyakan minat Apple untuk menanamkan investasinya di Indonesia.  "Pak Menteri mengatakan, tolong Indonesia dijadikan tempat berinvestasi. Mereka belum bilang ada komitme‎n. Belum ada rencana, yang ada hanya mempertanyakan kebijakan mengenai local content," tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, pabrik ponsel Samsung yang baru saja diresmikan kemarin pagi bisa jadi pemicu produsen-produsen lain untuk berinvestasi di Indonesia. Bahkan Saleh meminta Apple untuk mau berinvestasi di Indonesia.
"Samsung buka pabrik sifatnya masih rakitan, paling tidak niat baiknya harus diapresiasi. Itu yang harus dilakukan juga untuk Apple," tutupnya.(dtc/han)