Kerjakan Tas Amunisi, Raup Untung Rp 1 Miliar

MALANG - Baboon di Jalan Perum Dirgantara VI A6/26 Sawojajar Malang dipercaya untuk mengerjakan tas amunisi oleh Pindad Turen.  Tas Amunisi merupakan salah satu tas yang digunakan untuk keperluan militer sehingga bahan yang digunakan pun harus memiliki kualitas tinggi, salah satunya dari kain polyester coating.
Owner Owner Baboon H.M Dicky Asmoro mengatakan, pesanan hingga saat ini mencapai 294.400 tas amunisi. Semua pesanan tersebut diperoleh secara bertahap. Dari semua pesanan tersebut, Dicky mampu membukukan omzet cukup fantastis, Rp 1 miliar. “Pesanan pertama sebanyak 44.400, lalu yang kedua 250 ribu tas,” ujar Dicky kepada Malang Post.
Dalam sehari, lanjut Dicky, karyawannya biasa menyelesaikan 2.500 tas. “Sekarang sudah ada order tahap selanjutnya, tapi belum deal. Kami masih menyelesaikan pesanan yang lama,” katanya.
Kualitas tas amunisi, lanjut Dicky, ditentukan dari awal sejak pemotongan kain.  Ketepatan ukuran antara sisi satu dengan sisi lainnya juga harus sesuai. Pemotongan yang bagus akan mempermudah penjahit dalam membuat tas, sebab ukuran jahitan yang tidak sesuai membuat mereka harus mengulang dari awal.
Selain membuat proses pengerjaan menjadi lama, mengulang jahitan dari awal juga berisiko merusak tas yang sudah setengah jadi tersebut, karena jahitan yang salah harus dilepas dengan menggunakan silet, setelah itu disablon terus dijahit. “Padahal jahitan harus lurus dan rapi. Maka dari itu, quality control harus ditetapkan sejak awal pembuatan,” tandasnya.
Selain itu, lanjutnya, pemilihan mesin jahit juga sangat diperlukan agar pada proses penjahitan tidak memiliki kendala macet. “Semua tahapan berpengaruh,” ujarnya.
Di samping mengerjakan tas amunisi, Baboon juga dikenal dalam produksi t-shirt yang dalam sebulan mampu memproduksi hingga 7800 kaos. Kaos tersebut tak hanya dipesan dari pelanggan di Malang, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia seperti Maluku, Kalimantan, NTT, hingga Papua.
Keunggulan Baboon t-shirt ini terdapat pada kecepatan pembuatan pesanan dan kemampuannya dalam menjaga kualitas produk.  
“Baboon t-shirt awalnya cuma iseng-iseng aja, bermula dari teman sekelas yang pesan kaos satu per satu dan menurut saya ini merupakan peluang usaha yang menguntungkan. Apalagi saat itu masih jarang ditemukan pabrik pembuatan kaos. Alhamdullilah sampai sekarang Baboon bisa tetap eksis dengan  omzet sampai ratusan juta per bulannya,” tutur Dodik, owner Baboon t-shirt yang juga adik Dicky Asmoro.(mg17/mg20)