Bernostalgia, Hadirkan Jajanan Tahun 90-an

MALANG - Tahun 90-an menjadi masa perkembangan awal untuk fashion, musik dan bahkan jajanan. Meski seiring dengan pergantian waktu, Anda yang besar di zaman itu mungkin mulai jarang menemui aneka snack yang serinng Anda beli di zaman itu.
Adalah Ayu Parmadhyani, lulusan Sastra Inggris di salah satu universitas di Malang, memunculkan dan menjual kembali jajanan-jajanan yang dahulu booming di tahun 90-an. "Awal bisnis karena suka ngemil dan iseng, pertama cuma nawarin ke temen dan pajang di display picture BBM saja, tapi ternyata minat temen-temen untuk jajanan 90-an ini masih tinggi banget, karena mereka bernostalgia dan ingat masa kecil lagi, akhirnya saya membuat Rumah Ngemil," tutur Ayu.
Bisnis Rumah Ngemil  ini berawal pada tahun 2012 lalu. Awalnya ia hanya berjualan lewat media sosial di @rumahngemil. Kemudian seorang teman menyarankan Ayu untuk ikut membuka lapak di salah satu bazaar yang diadakan oleh salah satu buzzer di twitter.
"Akhirnya dari sana semakin ramai dan memaksa saya untuk membuka kios kecil-kecilan. Sempat menyewa tempat untuk membuka kios, tetapi sekarang saya buka di rumah sendiri di Jalan Pudak 5," jelas Ayu.
Ayu menjalankan bisnis ini sendiri sembari tetap menghandel rent car dan travel. Rumah Ngemil menyediakan beraneka jajanan mulai dari anakmas, permen payung, mie gemezzz, choyo-choyo, permen rokok-rokokan, rambut nenek, krip-krip dan masih banyak lagi.
"Awalnya yang paling banyak diminati adalah anakmas dan krip-krip. Tapi sayang sekali sekarang mereka udah tidak produksi lagi. Terakhir jual dua item ini November 2013," keluh Ayu.
Harga jajanan ini di bandrol dari Rp 500 sampai Rp 50 ribu. "Pengin sih ngembangin bisnisnya, cuma sekarang lagi mencari tempat yang bener-bener pas supaya enggak pindah pindah lagi, dan sedang menyiapkan konsep yang lebih pas, supaya terlihat lebih unik lagi, nggak sekadar jualan biasa," ungkap Ayu. (mg7/han)