Subsidi Dihapus, Konsumen Bayar Dua Kali Lipat

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil menyatakan, dengan rencana pengalihan subsidi listrik bagi golongan daya 450-900 volt ampere (va) membuat masyarakat yang selama ini menikmati subsidi akan membayar Tarif Dasar Listrik (TDL) lebih mahal.
Menurut laporan dari PT PLN (Persero), golongan daya 450 va hanya membayar TDL atau tarif listrik sekitar Rp30 ribu per bulan.
"Ya Rp 30 ribu karena ada subsidi di dalamnya. Nanti kita ubah harganya disesuaikan dengan harga keekonomian tapi subsidi itu disalurkan kepada pemilik rekening tersebut. Sehingga dengan harga disesuaikan dengan keekonomian akan menghemat," kata Sofyan di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/6/2015).
Sofyan menambahkan, nantinya masyarakat tidak akan membayar lagi TDL sekira Rp30 ribu per bulan dengan adanya rencana pengalihan subsidi listrik bagi golongan 450-900 va. "Berhemat menggunakan listrik karena katakanlah kalau selama ini harganya subsidi 50 persen sekarang bayar Rp30 ribu per bulan jadi seharusnya Rp 60 ribu kan," terang Sofyan.
Sofyan mencontohkan, jika rencana ini terealisasi akan membuat masyarakat berhemat menggunakan listrik. Subsidi ini nantinya diberikan secara langsung dengan memberikan uang tunai. "Jadi kalau Rp30 ribu kita berikan kepada pemilik rekening maka mereka akan berhemat, mungkin akan menggunakan listrik tidak sampai sebanyak itu karena dia lihat ada potensi. Karena kalau dipakai seperti semula berarti subsidi harus dipakai, kalau lebih harus tambah sendiri. Itu membikin simpel sistemnya," paparnya.
Namun sayangnya Sofyan enggan menjelaskan berapa besaran subsidi listrik yang akan dialihkan. "Belum. Angka besar subsidinya ada, tapi saya enggak tahu," tukasnya.(bsn/han)