Sriwijaya Ganti Pesawat Boeing 737-800 NG

MALANG – Maskapai penerbangan Sriwijaya Air bersiap menyambut padatnya keterisian penumpang (load factor) pada momen arus mudik dan balik ketika lebaran tahun ini. Pekan depan, armada Boeing 737-300 akan segera digantikan dengan Boeing 737-800 NG dengan kapasitas lebih banyak, mencapai 180 penumpang per flight. Selain itu, Sriwijaya juga akan memberi extra flight ketika arus balik berlangsung.
District Manager Sriwijaya Air Malang, M. Yusri Hansyah mengatakan, momen lebaran tahun ini, pesawat Sriwijaya rute Malang-Jakarta akan berganti dengan amunisi baru. “Bila tidak ada halangan, pas akhir Juni ini Boeing 737-800 NG yang mampu membawa jumlah penumpang lebih banyak mendarat di Malang,” katanya.
Boeing 737-800 NG merupakan realiasi dari Sriwijaya yang akan menggantikan armadanya dengan pesawat yang lebih layak. Hal ini berdasarkan minat penumpang untuk penerbangan dari Malang ke Jakarta terhitung bagus. Pasalnya, maskapai ini mampu mencatatkan okupansi rata-rata di atas 90 persen. “Rencana ini sudah sejak akhir tahun lalu dan direalisasikan pertengahan tahun ini. Beberapa pesawat diganti dengan yang baru ini,” paparnya.
Menurut Yusri, pergantian armada ini juga pas ketika dilakukan menjelang arus mudik. Sebab, diakui oleh Yusri, reservasi tiket sejak H-7 lebaran hingga H+10 lebaran sudah sangat bagus. Menggunakan tiga armada saja, sejak H-3 lebaran sudah penuh terpesan. Sementara, ketika arus balik, sejak H+3, pemesanan tiket diakui oleh pria berkepala plontos ini juga sudah penuh.
“Ketika tidak dalam momen lebaran saja angka loadfactor Sriwijaya di atas 90 persen. Apalagi ketika banyak orang mudik, sejak jauh hari sudah dipesan,” beber dia kepada Malang Post.
Dia menyebutkan, momen lebaran ini Sriwijaya juga memberlakukan extra flight yang akan dimulai ketika arus balik. Jadwalnya, tambahan pesawat dengan tipe yang sama, yakni Boeing 737-800 NG, akan dimulai pada 20 Juli hingga 15 Agustus 2015. Menurutnya, Sriwijaya memberikan tambahan flight berdasarkan perhitungan tahun lalu. Masa balik masyarakat lebih lama, hingga lebih dari H+10 lebaran.  
“Bila tahun lalu sejak arus mudik, maka tahun ini kami memberikan ekstra ketika H+3. Terbukti, reservasi untuk tiga armada sudah penuh, tersisa di extra flight ketika arus balik,” papar dia panjang lebar.
Menurutnya, dengan amunisi baru ini, tidak membawa perubahan untuk harga tiket dan kelas di Sriwijaya. Maskapai ini masih berada di kelas ekonomi, dengan harga tiket mulai dari Rp 700 ribuan.
Sementara itu, momen Ramadan juga tidak membuat Sriwijaya mengalami penurunan jumlah penumpang dengan drastis. Menurut Yusri, keterisian di angka 85 persen atau sekitar 110-120 penumpang per flight.
“Bulan ini, target keterisian penumpang antara 87-90 persen,” pungkasnya. (ley/han)