BI Malang Siapkan Uang Tunai Rp 3,5 T

MALANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang menyiapkan uang tunai hingga Rp 3,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada masa Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Jumlah ini lebih besar ketimbang uang tunai yang disiapkan tahun lalu sebesar Rp 2,7 triliun.
“Tahun ini kami menyiapkan uang tunai sebesar Rp 3,5 triliun, terdiri dari uang baru dan uang lama yang telah beredar di masyarakat,” ujar Kepala KPw BI Malang, Dudi Herawadi di Keraton Ballroom Hotel Tugu Malang, Rabu (24/6/15) kemarin.
Menurutnya, dari jumlah tersebut terjadi peningkatan sebesar 25 persen ketimbang kebutuhan uang tunai di 2014.  Peningkatan ini untuk mengantisipasi kebutuhan akan uang tunai jelang lebaran, yang terjadi di pertengahan tahun. “Tahun ini, lebaran bersamaan dengan pembayaran gaji ke 13 Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kebutuhan uang tunai pasti lebih besar pula di samping memberikan tunjangan hari raya (THR) bagi pekerja,” beber Dudi.
Dia menyampaikan, peningkatan ini untuk menghindari bank tidak mampu melayani permintaan tarik tunai dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan lebaran. Baik penarikan di kantor bank umum atau BPR maupun melalui ATM. “Kebutuhan dari bank juga dipastikan meningkat, sejalan dengan permintaan nasabah,” tuturnya.
Dudi mengatakan, dari persiapan uang tunai pada momen Ramadan-Lebaran tahun ini, KPw BI Malang menyediakan uang baru sebesar Rp 1,6 triliun dalam berbagai pecahan. Mulai dari Rp 2.000 sampai dengan Rp 100.000. Sementara itu, mekanisme pemenuhan kebutuhan uang tunai secara resmi kepada masyarakat bisa melalui KPw BI Malang maupun perbankan. Menurutnya, untuk KPw BI Malang membuka pelayanan penukaran uang tunai dalam berbagai pecahan antara 6-15 Juli 2015, setiap Senin sampai Jumat.
“Waktunya mulai pukul 09.00 WIB- 11.00 WIB. Selain itu dalam beberapa waktu kami juga menyediakan pelayanan mobil kas keliling ke berbagai lokasi,” urai dia.
Menurut Dudi, pelayanan tersebut diberikan  agar masyarakat dapat merayakan lebaran dengan baik dan memiliki uang baru untuk bersilaturrahim dengan keluarga besar. Selain itu, untuk mengurangi tingginya risiko kejahatan, seperti penipuan ketika menitipkan penukaran uang di orang lain atau menerima uang palsu
“Terkadang, ketika menukar uang jumlahnya ada yang kurang. Jika langsung di BI atau di bank yang ditunjuk, dipastikan lebih aman. Kurangi risiko dan sebisa mungkin hindari menukarkan uang di pinggir jalan,” papar dia panjang lebar.
Untuk penukaran uang di KPw BI Malang, dengan nilai di bawah Rp 50 juta bisa datang langsung. Sedangkan dengan jumlah di atas itu, agar mengajukan permohonan tertulis dan menunggu pemberitahuan akan ketersediaan uang.
Dia menambahkan, bila pemenuhan kebutuhan uang tunai oleh perbankan dilaksanakan di 32 kantor cabang bank dan 37 kantor BPR. Tinggal mendatangi bank terdekat dan melakukan penukaran. Akan lebih mudah bila sudah menjadi nasabah dalam suatu bank.
Dudi juga mengimbau agar bank yang telah menyatakan sanggup melayani penukaran uang mau melayani masyarakat yang bukan bagian dari nasabah dari bank tersebut.  Sebab, bila demikian maka masyarakat dimudahkan untuk menukarkan uang  baru di bank. (ley/han)