Load Factor Garuda 95 Persen

MALANG - Lebaran segera tiba dan transportasi udara menjadi satu pilihan bagi masyarakat untuk mudik atau balik. Garuda Indonesia pun menjadi pilihan transportasi dengan cepat dari Malang ke Jakarta atau sebaliknya. Terbukti, load factor (keterisian penumpang) maskapai tersebut sudah terisi 95 persen untuk arus balik mulai H+2 hingga H+10 mendatang.
Marketing Manager Garuda Indonesia Branch Office Malang Samsudin mengatakan, seat untuk maskapainya sudah hampir sold out untuk arus balik. "Sejak 19 Juli, pemesanan sudah tinggi. Sejak jauh hari calon penumpang sudah bersiap," katanya.

Menurut dia, untuk saat ini hanya tersisa antara 6-8 seat per penerbangan untuk periode 19-26 Juli, sehingga calon penumpang pun mesti bersiap mengatur jadwal untuk kembali ke Jakarta bila belum memesan tiket. "Penumpang yang mendapatkan cuti sebentar, pasti sudah mempersiapkan diri dari jauh hari. Paling tinggi, penerbangan yang diburu mulai 21 Juli," beber dia kepada Malang Post.
Dia menuturkan, meskipun load factor memasuki high season, Garuda tidak menambah slot penerbangan Malang-Jakarta. Maskapai ini masih menggunakan dua jadwal dengan pesawat Boeing 737-800 NG. Pesawat ini mampu membawa 162 penumpang, dengan rincian 150 kelas ekonomi dan 12 kelas bisnis.
Sementara itu, untuk load factor arus mudik relatif masih lebih aman. Penerbangan Malang-Jakarta antara 8-17 Juli masih terisi 70 persen. Hal ini wajar terjadi, karena ketika lebaran tiba Jakarta ditinggal sebagian penduduknya untuk mudik ke kota lain, seperti ke Malang.
Secara keseluruhan, untuk sepanjang Juli ini load factor ditargetkan di atas 90 persen. Pasalnya, selain dipastikan penuh untuk arus mudik dan balik, Juli tahun ini juga berbarengan dengan liburan sekolah. "Penumpang dari Malang ada yang berlibur ke Jakarta, pasti juga bersiap balik ke Malang. Pasti load factor sangat bagus di bulan ini, hampir sama dengan dua bulan sebelumnya," tambah dia.
Medio Juni lalu, keterisian penumpang Garuda mencapai 90 persen. Angka ini naik satu persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau Mei yang mencapai 89 persen.(ley/han)