Dikirimi Uang Korea, Berburu Motor Baru

MALANG – Pengiriman uang dari luar negeri (remitansi) yang meningkat jelang lebaran, turut mendongkrak sektor bisnis di Malang. Betapa tidak, saat ini keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tengah sibuk membelanjakan uang kiriman itu. Sentra bisnis yang ikut terdongkrak adalah otomotif.
Steven Hermawan yang datang bersama ibunya di diler Suzuki Malang mengakui sedang berburu Suzuki Satria. Belum lama ini dia mendapatkan kiriman uang dari ayahnya yang bekerja di Korea Selatan. “Sebagai hadiah jelang lebaran dan tahun ajaran baru. Kebetulan, sekarang juga sudah 17 tahun,” ujar Steven.
Di tempat terpisah, Head Sales Nissan Motor Malang, Dani Widodo mengakui, bila momen lebaran membuat customer juga lebih aktif berburu mobil. Alhasil, diler pun menyiapkan lebih banyak ready stok sejak Juni lalu.
“Kebutuhan emosional meningkat jelang lebaran. Termasuk beberapa keluarga yang mendapatkan kiriman uang dari luar negeri dalam jumlah lebih besar dan berujung pada pembelian otomotif, tak terkecuali mobil,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Suzuki HSMG Malang, Titik Sugiarti mengatakan, terjadi peningkatan penjualan, sejak awal Juni lalu. Pada masa tersebut, pengiriman dari luar negeri via Western Union dan Pos Luar Negeri tercatat juga mengalami peningkatan.
“Trend penjualan roda dua Suzuki ini meningkat sejak Juni. Bulan lalu terjadi peningkatan sales sekitar 20 persen,” ujarnya.
Menurut dia, di HSMG pusat saja, ketika normal penjualan terjadi antara 3-4 unit per hari. Sementara, sejak Juni lalu, angka penjualan bisa menembus 5-6 unit per hari. Untuk HSMG di Malang Raya yang terdiri dari 12 cabang, penjualan selama Juni lalu melebihi angka 300 unit. Bulan sebelumnya masih di kisaran 240 unit.
“Ya, memang trend sales meningkat. Selain itu, tipe sales-nya pun berbeda dengan medio Januari-Mei 2015,” beber dia kepada Malang Post.
Dia menyampaikan, bila customer yang membeli sepeda motor cenderung membayar secara tunai. Sedangkan yang memanfaatkan fasilitas kredit dengan uang muka dan cicilan dalam harga promo tidak terlalu digunkan oleh customer. “Bila sebelumnya lebih dari 50 persen customer membeli secara kredit, kini harga Rp 20 juta pun dibayar tunai,” tambahnya.
Titik menuturkan, bila dilihat dari tipe customer pun mendukung fakta di lapangan bila angka remitansi meningkat jelang lebaran meningkat. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan baju baru atau persiapan kue lebaran, namun telah berujung pada pemenuhan lifestyle dengan adanya kendaraan baru ketika lebaran.
“Bulan lalu memang masa yang paling tinggi untuk pemenuhan menyambut lebaran. Berlanjut di pekan pertama bulan ini,” ujarnya.
Selain untuk pemenuhan lebaran, pembelian juga karena persiapan untuk anak memasuki tahun ajaran baru. Customer sebagian besar merupakan anak muda atau pelajar yang diantarkan oleh orang tuanya. “Di wilayah Kabupaten Malang, sebagian besar customer datang bersama orang tua yang baru pulang dari luar negeri atau setelah mendapatkan kiriman uang,” papar dia panjang lebar.