Variatif, Jilbab Bolak-Balik Jadi Tren

MALANG - Jilbab Bolak-Balik (JBB) Pricilla menjadi salah satu stan busana yang paling dipadati di Islamic Fashion Fair 2015 di Aula Skodam Brawijaya.  Sebab jilbab bolak-balik sendiri bisa dikatakan merupakan tren baru busana muslim.
Owner JBB Pricilla, Lilyan Puspita Ningrum, S.S, MBA mengatakan, jilbab bolak balik merupakan tren yang mulai berkembang tahun inia dan sangat diminati karna penggunanaannya yang praktis, bervariasi dan serbaguna.
“Jilbab ini memang beda, karena dari satu jilbab saja kita dapat mem-variasikan penggunaannya dengan cari dibalik. Selain itu, modelnya hiingga dari 4-6 varian, motifnya pun dapat diubah dengan hanya dibolak-balik saja,” ungkap Yuliana yang merintis usaha jilbab bolak-balik Pricilla sejak awal 2014.
Pangsa pasar JBB tak hanya di Indonesia, tapi telah memasuki negara-negara tetangga seperti Taiwan, Jepang, Korea dan negara Asia Tenggara lain.  Pada bulan puasa seperti sekarang, menurut Yuliana, kapasitas produksi mencapai 20.000 pieces per bulan dan disebar ke ratusan agen yang tersebar di berbagai negara.
Harga JBB dibandrol mulai Rp 65 ribu sampai Rp 105 ribu. Khusus di Indonesia, permintaan jilbab bolak-balik ini mayoritas datang dari Pulau Jawa, baru disusul Kalimantan dan Sumatera.
“Dalam sehari saya dapat mengirimkan sekitar 2.000 produk, tergantung momentum. Paling diminati adalah jilbab atau produk kami yang berbahan spandex dan chiffon sutra,” Ujar Yuliana, owner yang tinggal di Sawojajar ini.
Selain jilbab bolak-balik, produk lain yang diminati pengunjung adalah rok bolak-balik. Konsepnya hampir sama dengan JBB, pelanggan bisa memakainya dalam beberapa variasi dan bentuk setelah dibolak balik.
Sementara itu, Islamic Fashion Fair akan digelar hingga 11 Juli mendatang. Beragam busana muslim ditawarkan mulai dari jilbab, mukena, sarung, gamis dan aksesoris busana muslim lainnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, event ini selalu dipadati pengunjung berbagai kalangan. Mulai dari ibu-ibu yang sengaja datang untuk membeli baju atau busana untuk keluarganya sampai pengunjung dari kalangan anak muda atau mahasiswa yang datang untuk sekadar melihat aksesoris jilbab yang unik.
Nila, ibu rumah tangga, mengaku lebih menyukai berbelanja di pameran seperti Islamic Fashion Fair dari pada di mall atau pusat perbelanjaan. Selain harga yang ditawarkan lebih murah, pilihan juga lebih banyak. “Banyak busana berbahan katun jepang yang saya sukai dijual di sini,” ujar pengunjung asal Veteran Dalam ini.(mg9/han)